Kristen Protestan berkembang di Indonesia selama masa kolonial Belanda (VOC), pada sekitar abad ke-16. Kebijakan VOC yang mereformasi Katolik dengan sukses berhasil meningkatkan jumlah penganut paham Protestan di Indonesia.
By little star
#6490
Tahun 2007 di komunitas.. aku merangkul setiap orang menjadi bagian dalam diriku.Aku menjadikan setiap orang yang terlibat di dalam pelayanan sebagai sahabat,saudara tertua,orang tua angkat dengan sebutan papi dan mami untuk pendeta senior..

Aku tidak pernah membuka identitasku secara pribadi,dan mereka pun menghargai hal itu.Didalam komunitas,kami dapat berbagi sukacita ,air mata kesedihan,kekecewaan dan begitu banyak rasa manusiawi.
Tidak sedikit kata kata yang kukirimkan untuk memulai percakapan dengan mereka.

Tali persahabatan yang kujalin dengan salah satu orang di komunitas membuatku bebas untuk membicarakan apapun yang kualami sepanjang hari.Dia seperti adikku sendiri.Mungkin dikarenakan aku suka bercakap cakap dengan kakak sepelayananku,sahabatku memandangku dengan rasa curiga.. Dipikirnya aku telah melenceng dari jalan Tuhan dan melayani Tuhan hanya karena berdasarkan keinginanku sendiri,dan mencari kesenangan secara pribadi.Pada malam harinya tiba tiba dia memberikan ayat kepadaku yang berbunyi '' awalnya melayani dengan roh tapi mengakhirinya dengan daging ".

Saat aku mendengar hal itu,paginya aku berkata kepada Tuhan untuk berhenti melakukan pelayanan.Betapa sakitnya Tuhan membentuk hatiku untuk dipahat menjadi gambran yang Dia inginkan dariku.Tak kuasa menahan airmata,aku menangis berjam jam diatas tempat tidur.Bak anak kecil yang meraung raung karena luka ditubuh dengan rasa sakit yang luar biasa.

Sayup sayup kudengar lagu pujian lama terdengar di radio,aku tidak begitu tahu tentang lagu itu tapi kata kata yang tersirat benar benar menakjubkan untukku.Aku tahu,Tuhan berbicara melalui lagu itu.Seperti ini kata katanya '' Tuhan pun meneteskan air matanya di bumi,dengan apa yang kau rasakan.tetap kabarkan injil di seluruh bumi.'' Tidak cukup disitu,Tuhan meminta untukku untuk tersenyum.

Dalam hati inipun berontak, ''bagaimana bisa aku dapat tersenyum dengan apa yang kualami.. Apa gak salah dengan yang Tuhan minta dari diriku ?''.Ternyata Tuhan tidak juga kehilangan akal untuk aku mau melakukan yang Dia inginkan.''Tidak bisakah kau tersenyum untukku ?''.

Dengan menengadahkan wajahku di langit langit rumah ,akupun menggerakkan mimik wajahku dengan senyuman untukNya.Pada malam hari,aku meraih hpku menulis sms dengan banyak kesaksian yang kualami untuk kukirim ke komunitas.Jika mau jujur,sms itu tidak tersebar dalam kalangan umum.Karena bulan bulan itu adalah awal dari mereka mau menerimaku sebagai anggota dari bagian pelayanan.

Keesokkan harinya di radio mempunyai acara untuk setiap kalangan gereja yang mau mengisi untuk persekutuan doa.Salah satu dari pendeta yang melayani penyampain khotbah dan kesaksian yang isinya mirip sekali dengan kejadian yang kualami pada malam hari sebelumnya aku memberikan sms ku kirim ke komunitas.Seluruh orang yang ada di komunitas sangat terkejut.Bahkan sahabatku tertemplak,bagai tamparan yang mendarat di wajahnya...

Aku tahu,itu pembelaan Tuhan buat hidupku.'KemuliaanNya' ... Tuhan membuat setiap perkataanku menjadi perkataan marifat..

Berjalan bersama dengan Tuhan sebagai rekan kerjaNya dengan iman bukan karena melihat ,namun percaya..