Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha telah dibangun sekitar periode yang sama.
By Lifin88
#4056
Buku Shengyen Lu: 241_Bertemu Yidam

Tiga Orang Taois Maoshan

Dalam suatu ajang upacara, dihadiri oleh sekitar 20 ribu umat, saya duduk di atas Dharmasana mengadakan ritual.
Cuaca hari itu kurang baik, di tengah angkasa ada awan, menutupi matahari, berubah menjadi agak dingin.
Tiba-tiba ada seberkas sinar putih kekuningan, memancar dari tengah lapisan awan, saya kira sinar matahari menembus lapisan awan, membentangkan sebidang jaring! Ternyata bukan, di dtengah jaring cahaya, muncul seorang Taois, turun dari tengah angkasa, ia perlahan-lahan menghampiri.
Memberikan penghormatan pada saya.
Kedua tangan saya saling dikepalkan membalas penghormatannya.
Taois berkata, “Mahaguru Lu! Saya adalah Maogu dari Sanmaoshan, khusus datang bertemu Anda.”
Saya berkata, “Lama mendengar nama besar Anda, entah ada masalah apa?”
Maogu berkata, “Saya memiliki 3 murid di bawah aliran saya, saat Anda mengadakan ritual, di sebuah tempat yang agak terpencil, mereka menggunakan ilmu Maoshan untuk mencelakai Anda, untuk itu, mohon Anda memaafkan, karena reputasi Anda terlalu besar, mereka itu datang untuk beradu.”
Saya tertawa terbahak-bahak, “Saya tidak merasakan apa-apa!”
Wajah Maogu bersemu merah dan berkata, “Ketiga murid ini, benar-benar memalukan, oleh karena itu, saya Maogu khusus datang menghukum mereka.”
Saya berkata, “Terima kasih atas pemberitahuan Anda.”
Saya telah bertemu Maogu, ini pertama kali saya bertemu salah satu guru sesepuh aliran Maoshan.
Sepengetahuan saya:
Di Sanmaoshan, ada 3 orang bersaudara, masuk ke gunung dan melatih diri, belakangan mencapai keberhasilan dalam melatih diri.
Taois Maoshan awalnya adalah aliran yang lurus, namun disalahgunakan oleh dukun-dukun generasi belakangan dan merusak nama baik aliran, sehingga selama itu aliran Maoshan, semua dianggap aliran sesat.
*
Saya minta seseorang memeriksa, hasilnya adalah:
Benar-benar ada 3 orang Taois Maoshan, mengenakan jubah Taois, memegang pedang pusaka, berjalan di tempat sambil mulut komat-kamit membaca mantra.
Sambil menggambar fu.
Sambil mengarahkan pedang ke Dharmasana saya, menebas dan menusuk sembarangan.
Seakan-akan mau memenggal kepala saya.
Mereka melihat seseorang datang, lalu kalang-kabut, menebas sebentar, lalu pergi sambil bersiul.
*
Saya tahu, guru moral dari Sanmaoshan, Maogu telah datang, ketiga Taois Maoshan ini akan menerima akibat buruk dari perbuatan mereka.
Saya tahu:
Ilmu sesat digunakan oleh orang lurus, ilmu sesat berubah menjadi ilmu lurus.
Ilmu lurus digunakan oleh orang sesat, ilmu lurus berubah menjadi ilmu sesat.
Semua baik dan buruk berasal dari hati manusia itu sendiri.
Di atas Dharmasana, saya membentuk Mudra 5 Petir.
Lempar keluar.
Maogu di atas surga menerima Mudra 5 Petir, berputar arah dan lempar keluar, ketiga Taois tersebut, panas dingin.
Konon:
Sepulangnya, semua jatuh sakit, nyawa pun hampir terancam!
Murid aliran kita mengenal ketiga Taois ini, mereka berasal dari Kuil An X.
*
Siswa mulia yang terkasih:
Menekuni “Cakra Perlindungan” itu sangat penting.
Upacara yang dilindungi oleh Dewa Dharmapala, semua mara sesat tidak dapat memanfaatkan kesempatan untuk masuk.
Semakin tinggi moral, semakin harus berhati-hati.
Alasan utama kerasukan mara adalah hati sendiri tidak lurus, tidak boleh menyalahkan orang lain.