Buddha merupakan agama tertua kedua di Indonesia, tiba pada sekitar abad keenam masehi. Sejarah Buddha di Indonesia berhubungan erat dengan sejarah Hindu, sejumlah kerajaan Buddha telah dibangun sekitar periode yang sama.
By Lifin88
#5652
2.8.Reaksi Yang Benar Dalam Meditasi

Beberapa orang bertanya kepada saya, "Karena adanya gangguan dari Mara Panca-Skandha dan halusinasi dalam bermeditasi, bagaimana kita dapat membedakan antara respons yang benar dan yang palsu dalam bermeditasi? Bagaimana kita tahu bahwa kita berada di jalan yang benar dalam bermeditasi?

Berdasarkan pengalaman saya dalam meditasi, konsentrasi yang dihasilkan berlangsung lama dibarengi dengan perasaan kedamaian/ketenangan dan hawa hangat di seluruh tubuh. Harap ingat bahwa hawa tersebut bukanlah hawa dingin (yin). Bila yang dirasakan adalah hawa dingin, berarti telah terjadi penyimpangan. Dalam bermeditasi, kita merasa kenyamanan di seluruh tubuh dan penuh tenaga bersemangat setelahnya. Perasaan seperti ini merupakan respon awal dalam meditasi.

Kedua, anda akan merasakan bahwa dunia berada dalam keadaan 'stabil' (berdiam; tak bergerak). Segalanya sunyi. Anda duduk diantara langit dan bumi, menyatu dengan alam semesta. Dunia yang gelap dan kabur berubah menjadi dunia yang cemerlang. Anda memancarkan sinar menerangi seluruh dunia, mengubahnya menjadi sinar yang cemerlang. Ini merupakan respons tahap kedua. Di Tahap ini, cakra dahi (kening) telah terbuka dan mulai memancarkan sinar keemasan.

Ketika anda mencapai tahap terbukanya cakra dahi yang memancarkan sinar keemasan, anda akan merasa penuh dengan tenaga. Kadang kadang anda akan "menarik napas dengan raungan" bagaikan 'raungan singa'. Anda merasa sangat bertenaga dan berisi sehingga anda bisa hanya memakai baju tipis di musim dingin yang beku, bisa mandi air dingin, atau tidur di udara terbuka yang berangin kencang dan bersalju.

Di tahap ini, anda tidak memerlukan upacara apapun untuk menyucikan ('membuka mata', kay kuang) arca Budha atau Bodhisattva. Anda cukup menghembuskan hawa keluar, maka arca Budha dari kayu atau porselin itu akan memiliki kekuatan batin. Bila anda menghembuskan hawa ke air, air itu akan manjur untuk menyembuhkan penyakit. Air semacam itu dapat membangkitkan segala yang mati menjadi hidup kembali. Sewaktu anda mencapai tahap dimana sinar di cakra dahi terfokuskan, akan ada lebih banyak lagi mujizat. Segala sesuatu di alam semesta akan dapat dipengaruhi oleh hawa dihembuskan keluar dari anda kepadanya.

Ketika ke 7 pintu anda (dua mata, dua telinga, dua lubang hidung, dan mulut) memancarkan cahaya, mereka akan berhubungan dengan ke '7 pohon berharga'. Ini menandakan bahwa meditasi anda telah mencapai tahap dimana anda dapat berkunjung ke surga Sukhawati tanpa rintangan. Yang anda perlukan saat itu adalah membuka ubun ubun kepala anda. Dengan suara yang keras, anda kemudian pergi ke alam Sukhawati. Disana, anda melihat tanahnya dilapis dengan emas, istana istananya dibuat dengan lapis lazuli. Anda dapat melihat dengan jelas semua alam Dharma di kolam kolam teratai Sukhawati. Ketika sinar sinar dari ke 7 pintu terkonsentrasi, 'sifat sejati' yang keemasan akan muncul, yang merupakan Bodhisattva bertubuh emas.

Beberapa orang yang telah mencapai keberhasilan mempunyai respon sebagai berikut:

Di vihara Shaolin (propinsi Henan, Cina), Bodhidharma (Ta Mo) duduk selama 9 tahun menghadap tembok sampai dapat mendengar semut berbicara sejelas suara petir.

Ada yang dapat mendengar dengan jelas apa yang dibicarakan orang lain dari jarak ribuan kilometer. Ini karena roh nya seperti berada di lembah dimana ia dapat mendengar suara echo dengan jelas dari semua penjuru. Seorang sadhaka yang meditasi nya telah berhasil dapat mendengar semua orang berbicara dengan jelas begitu ia memikirkan orang tersebut.

Ada yang dalam meditasinya melihat sinar putih muncul di hadapan matanya dan merasakan diri mereka duduk diantara awan. Mereka tidak dapat lagi menemukan diri mereka karena mereka telah mewujudkan diri menjadi banyak tubuh. Ini merupakan tanda yang baik, disebut "tubuh tembus pandang, putih masuk dan keluar". Ini menandakan bahwa rintangan karma nya telah terhapuskan. Dengan rintangan karma terhapuskan, ia dapat naik ke alam dewata atau tanah suci para Budha tanpa kesulitan.

Ada lagi orang orang yang dalam meditasinya merasakan tubuh mereka berubah menjadi kabut padat yang melayang keatas dengan cepat sepertinya mereka tidak lagi bergravitasi. Ini juga merupakan tanda yang baik. Bila anda naik keatas, anda pergi ke surga. Bila anda duduk cukup lama, anda dapat menjadi seorang Budha atau makhluk suci.

Bila sinar sinar di cakra dahi telah menjadi padat seperti mutiara dan kumala dan tersimpan di beberapa bagian anggota tubuh, butir butir kecil ini akan menjadi sarira (relik) seperti yang ditemukan pada rahib rahib yang telah mencapai keberhasilan. Jadi kabut padat itu telah dipadatkan menjadi pil pil yang menjadi sarira setelah anda dikremasikan. Sinar sinar di cakra dahi mempunyai warna platinum, sedangkan kabut padat itu berwarna-warni. Tetapi mereka semuanya menjadi sarira.

Biarlah saya berterus terang bahwa saya telah mendapatkan respons respons yang baik ini dalam meditasi. Bila respon respon yang datang itu kabur dan tak jelas dan tak penting, maka saya tidak hiraukan. Anda harus benar benar yakin anda telah mendapat respon. Pengalaman pengalaman mimpi tidak termasuk dalam istilah respon.

Saya juga mengenal seseorang yang setelah melakukan meditasi merasa kedinginan. Wajahnya pucat dan kelabu diselimuti kabut gelap. Ia dapat melihat dewa dan hantu. Ia dapat melakukan beberapa keajaiban. Ia dapat pergi ke neraka atau ke surga. Ia dapat mendengar dewa dan hantu melapor kepadanya sehingga ia dapat meramal. Namun, kekuatan batin yang ia miliki ini adalah negatif dan berasal dari latihan latihan yang sesat, meskipun sepertinya mirip dengan kekuatan batin yang lurus. Orang seperti ini hanya akan mencapai tingkatan 'petugas di alam bardo' setelah kematian.

Sewaktu anda mendapatkan hasil/respon dari meditasi anda, saya akan menyampaikan pesan selamat saya karena anda akan menjadi seorang Budha atau makhluk suci. Namun, meditasi yang benar harus dilakukan di tempat yang tepat. Ini sangat penting. Saya telah menulis sebuah bab berjudul 'Rahib rahib hidup di di lingkungan awan dan air yang bersih' dalam buku saya 'On Secret Methods to Transcendental Powers'. Dalam bab itu, saya berbicara tentang bagaimana memilih tempat bermeditasi. Begitu tempat telah didapatkan, tempat altar juga penting. Altar harus berada di tempat yang tenang tanpa gangguan orang banyak. Altar harus didekorasi dengan agung. Arca arca Budha dan yidam anda di taruh di altar. Baik juga terdapat sutra dan kitab suci di altar. Anda dapat menaruh pagoda sarira, vajra dorje, dan vajra bel di hadapan arca arca dan menaruh alat alat upacara didalam pagoda. [xxxxx] Altar seperti demikian dapat menimbulkan rasa keramat, ketenangan, dan kebahagiaan di hati sadhaka yang akan duduk dalam waktu yang lama dalam keadaan yang agung. Altar harus diatur dengan baik dan dibersihkan setiap hari. Persembahan meliputi air, lampu, bunga, dupa, buah-buahan, kue, dan lilin. Ke 5 persembahan melambangkan ke 5 [xxx]. Ke 8 persembahan melambangkan tak tergoyahkan dari 8 penjuru. Setiap kali anda memberi persembahan, bacalah mantra persembahan untuk mengaktifkannya. Anda dapat bervisualisasi sebuah bunga yang berubah menjadi banyak bunga bagaikan lautan atau awan yang tak terbatas sehingga semua tanah suci Budha dapat menerima persembahan anda itu. Persembahan seperti itu menghasilkan pahala yang luar biasa.

[Mantra persembahan]

Taruhlah sebuah kursi didepan arca para Budha. Ada orang yang mengukir simbol Budha di kursi itu atau lambang Swastika atau teratai berdaun delapan. [xxx] Saya selalu menaruh sebuah cermin bulat di depan kursi yang akan merefleksikan kursi itu tapi tidak merefleksikan arca arca Budha. Beberapa mantra rahasia dalam bahasa Sanskrit tertulis pada sisi cermin itu. Cermin ini, merefleksikan sang sadhaka, mempunyai kekuatan menundukkan roh jahat.

Latihlah meditasi sampai roh anda menjadi terang dan bercahaya, segar dan bahagia. Sebelum bermeditasi, mandilah terlebih dahulu, pakailah baju yang longgar, nyalakan dupa. Berapa lama anda duduk terserah anda -- 10 s/d 20 menit pada mulanya, 1 atau 2 jam di kemudian hari, atau lebih panjang lagi bila anda tidak sibuk. Bila anda telah berlatih cukup lama, respons yang benar akan muncul.
"Respon yang benar akan didapat setelah latihan yang lama,

Karena sang Budha dan para insan sangat erat hubungannya.

Ketika pahala dan kebijaksanaan terkumpulkan seluas lautan,

roda Dharma berputar menunjukkan kebenaran".