Agama Konghucu berasal dari Cina daratan dan yang dibawa oleh para pedagang Tionghoa dan imigran. Diperkirakan pada abad ketiga Masehi, orang Tionghoa tiba di kepulauan Nusantara.
#2012
XUAN TIAN SHANG TI / HIAN THIAN SHIONG TE / SHIONG TE KONG / TA KU TA CUA
Dalam dongeng rakyat Cina, Xuan Tian Shang Ti atau Xuan Wu adalah Dewa Langit Pengusir Setan. Xuan Wu, yang juga dikenal sebagai Zhen Wu adalah Dewa TAO yang sangat tinggi tingkatannya.

Menurut buku-buku kuno, Xun Tian Shang Ti berasal dari udara sorga dan tubuhnya dari alam semesta. Dalam zaman Kaisar Kuning (2500-2100 S.M.), beliau terinkarnasi sebagai putera Ratu Shan Sheng dari Kerajaan Jingle. Ia lahir pada tengah hari dihari ketiga, bulan ketiga. Xuan Wu berada dalam kandungan ibunya selama 14 bulan. Pada suatu hari, saat berumur 14 tahun, Xuan Wu berada diluar istana, menikmati festifal lentera. Ia melihat bagaimana sulitnya bagi manusia untuk melepaskan diri dari beban keberuntungan, sex, minuman keras dan temperamen atau tabiat manusia.

Dilihatnya orang berkelahi karena berebut wanita, seorang penjambret dihajar oleh massa sampai babak belur, orang kaya dengan segala kemewahannya berpesta-pora, sedang dijalan-jalan orang miskin mati kelaparan. Ini semua menggugah keinginannya untuk menjadi dewa dengan meninggalkan keduniawian, seperti pada penitisan yang lalu.
Medengar keinginannya itu, sang raja ayahnya menjadi sangat marah dan memerintahkan agar anak muda itu dijebloskan kedalam penjara. Tapi kemudian datang dewa yang menolongnya dan membawanya ke gunung Wu Dang Shan (Bu Tong San). Di gunung ini Xuan Wu belajar TAO dan bertapa.
Lebih kurang 20 tahun kemudian, dewa yang menolongnya itu diam-diam menyuruh dewa penguasa gunung Wu Dang untuk mengujinya. Sang dewa penguasa gunung menyaru sebagai seorang wanita cantik, yang mencoba dengan berbagai cara untuk merayu sang pertapa.

Xuan Wu kehabisan akal untuk menolaknya, lalu bangkit dari meditasi dan meninggalkan tempat itu. Dikaki gunung ia melihat seorang wanita tua mengasah sebatang besi diatas batu. Ketika Xuan Wu bertanya apa maksudnya mengasah besi, nenek itu menjawab ia sedang membuat jarum untuk cucunya.
Xuan Wu termenung mendengar ucapan nenek itu, kemudian sadarlah ia akan makna dari perkataannya yang terdengar sederhana itu. Dengan keteguhan hati, sebatang besi pun dapat diasah menjadi jarum. Xuan Wu segera kembali ketempat bertapanya, berlatih lagi dengan tekun, selang 20 tahun lagi, mengatasi berbagai macam cobaan dan godaan. Kemudian dewa penolongnya membawanya menghadap Ie Huang Ta Tie, yang mengangkatnya menjadi dewa dengan gelar Xun Tian Shang Ti, yang berkuasa disebelah utara dan bertugas memerangi kejahatan serta menangkap siluman dan iblis yang mengacau dunia.
Sebetulnya Xuan Wu telah beberapa kali menitis ke dunia. Dibagian atas tulisan ini, saat menikmati festifal lentera diluar istana itu, ia adalah sorang anak raja dengan nama Xuan Yuan.

Setelah diangkat menjadi dewa dengan gelar Xun Tian Shang Ti, Xuan Wu turun kebumi menaklukkan berbagai siluman, antara lain siluman ular dan siluman kura-kura, yang kemudian menjadi pengikutnya. Disamping itu, seorang tokoh dunia gelap Zheo Gong Ming / Tio Kong Sing juga ditaklukkan dan menjadi pengawalnya, sebagai pembawa lentera berwarna hitam.
Xun Tian Shang Ti ditampilkan sebagai seorang dewa yang memakai pakaian perang keemasan, tangan kanannya menghunus pedang penakluk iblis, dan dengan kedua kakinya yang tanpa sepatu menginjak kura-kura dan ular. Wajahnya gagah berwibawa, dihias dengan jenggot panjang dan rambutnya terurai lepas kebelakang, tidak diikat atau dikonde sebagai umumnya rambut pria pada jaman itu. Patung-patung Xuan Wu yang terdapat didalam kelenteng-kelenteng di gunung Wu Dang Shan semuanya juga bergaya demikian.
Demikianlah sekelumit mengenai hikayat Xiun Tian Shang Ti, Dewa Besar yang beberapa kali menitis kebumi sebagai anak manusia, terakhir kali dengan kesadaran yang tinggi dan ketekunannya melaksanakan ajaran TAO berubah dari manusia menjadi dewa.

Oleh : LIM PENG HIANG.

www.bagansiapiapi.net/id/topic.php?start=0&id=2512
Attachments
(60.4 KiB) Downloaded 160 times