Silahkan bicarakan apa saja disini, baik politik, musik, bahkan hanya junk post.
#16205
Tulisan ini hanya sekedar hasil perjalanan hidup subyektif dari seorang putra indonesia bernama saiful anam dari kediri jatim yang tidak sengaja bersentuhan dengan leluhurnya yang juga leluhur dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sebuah peristiwa yang wajar ketika pusaka leluhurnya selalu mengelilingi keturunannya. Sama wajarnya ketika seorang Nabi menemui umatnya, yang ketika sekitar tahun 1999 (SMA kelas 2) juga saya alami bermimpi didatangi Baginda Rosulullah SAW mengenakan jubah hijau di ruang tamu melihat saya sambil tersenyum. Saya tidak mengenalnya, namun ada sebuah suara yang memberitahu bahwa beliau adalah Baginda Rosulullah SAW. Entah itu benar atau tidak saya tidak tahu, namun karena saya umat beliau, maka saya anggap itu peristiwa normal. Sebuah pola yang bisa dipelajari adalah adat dan agama akan selalu mendampingi manusia.
Semua tulisan ini belum tentu sepenuhnya benar, karena hanya sebuah perjalanan hidup seseorang yang bersifat sangat subyektif. namun mungkin bisa menjadi alternatif referensi yang bermanfaat meski hanya beberapa kata atau kalimat saja. atau bahkan jika dianggap tulisan sampah (junk ink) pun masih sangat berterima kasih karena masih diberi penilaian.
Bahwa NKRI dan saiful anam sama-sama dilahirkan oleh rakyat indonesia. keturunan dari leluhur yang sama yang lokasi makam leluhur tersebut ada di salah satu wilayah NKRI (sebelum banjir besar nuh). Jadi kemungkinan berada pada lapisan tanah yang sangat dalam sekali. lebih dalam daripada lapisan tanah bekas peninggalan seluruh kerajaan-kerajaan yang pernah ada maupun peradaban-peradaban yang ada.
NKRI dilahirkan sebagai wujud wilayah negara, sedangkan saiful anam sebagai manusia.
Leluhur tersebut memiliki adat dan kepercayaan yang sangat sederhana, serta kemungkinan hanya terdiri dari satu keluarga dan berkembang hanya menjadi satu keluarga lagi saja. Istilah 'peradaban' mungkin kurang pas untuk menggambarkan mereka karena hanya satu keluarga saja. Kemungkinan ketika bapak mereka yang sekaligus Nabiyullah wafat maka pusakanya juga ikut naik ke langit , karena seorang Nabi/ Rosul adalah maksum maka pusakanya juga maksum sehingga ikut naik ke langit. Sedangkan pusaka keturunannya akan tetap di bumi meskipun telah wafat dan akan mengikuti keturunannya.
Kesederhanaan adat dan kepercayaan satu keluarga leluhur tsb adalah:
Pakaian, Rumah dan Makanan
Lingkungan Tempat Tinggal: Beliau ada ketika daratan masih satu sebelum banjir nuh. hutan belantara pun juga masih satu dengan hewan buas didalamnya yang tak terhitung jumlahnya.
Tujuan pengadaan pakaian, rumah, dan makanan: visual, panas tubuh, aroma tubuh tidak terdeteksi oleh hewan-hewan buas yang memenuhi hutan belantara dalam rangka mencari buah-buahan sebagai makanan pokok.

Ancaman: hewan-hewan buas

A.Pakaian
1.kulit pohon.
Bahan kulit pohon yang digunakan menutupi seluruh tubuhnya sebagai pakaian dan menutupi bentuk manusianya sehingga secara visual mirip pohon untuk menghindari binatang buas.
2.getah kulit pohon berbau wangi dari pakaiannya bermanfaat untuk menutupi bau manusianya dari penciuman binatang buas.
3.tanaman berduri tajam.
Karena panas tubuh tidak bisa disembunyikan sama sekali maka tetap akan terancam terdeteksi serta diserang hewan yang memiliki sensor panas tubuh pada mangsanya sehingga digunakan lilitan lilitan tanaman berduri tajam dipermukaan bahan pakaian kulit pohon yang akan menusuk kulit hewan yang berusaha menyentuhnya. meski bermanfaat, tanah tidak digunakan untuk menutupi panas tubuh, entah alasannya apa.
4.bambu.
senjata berupa bambu yang dipatahkan sehingga ujungnya tajam bisa untuk menusuk/ mengusir hewan yang menyerang.

B.Rumah
1.tempat tinggal berbahan dari tanah liat yang dibentuk melengkung bagian atas setinggi orang duduk. cukup untuk duduk dan tidur empat orang dalam satu keluarga.
2.tanaman berduri tajam.
tanah yang sudah jadi ditumpuk tumpuk permukaannya dengan tanaman berduri tajam.
3.Rumpun Bambu.
lokasi pembuatan tempat tinggal memilih ditengah rumpun bambu karena sifatnya yang rapat dan liat.
C.Makanan
Tergolong vegetarian. Makanan berupa buah buahan dari hasil hutan yang berlimpah ruah. Senjata berupa patahan bambu runcing bukan untuk berburu hewan tapi sebagai pertahanan diri ketika ada serangan hewan saat mencari buah-buahan.
D.Agama
Karena kitab suci adalah syarat utama sebuah agama maka mereka tidak mungkin memiliki agama karena tidak mungkin ada kitab suci pada masa mereka.
Namun mereka memiliki Konsep Ketuhanan Yang Maha Esa yang mereka dapatkan secara lisan dari Nabiyullah Adam Alaihi Salam sebelum mereka sekeluarga berpindah ke lokasi baru di salah satu wilayah indonesia sekarang. atau bahkan kemungkinannya beliau diangkat menjadi seorang Nabiyullah dan harus berpindah ke lokasi baru.
Merekalah kakek buyut dari Nabiyullah Ibrahim Alaihi Salam yang kemudian adat kehidupan mereka banyak digunakan dan dilestarikan oleh Nabiyullah Ibrahim Alaihi Salam. Dan kemudian juga dilestarikan oleh keturunan-keturunan selanjutnya di tanah arab.
Beberapa yang masih dilestarikan dan mudah diamati ditanah arab adalah kulit pohon berevolusi menjadi jubah dan hijab dan sekaligus sebagai penutup aurat, rumah dari tanah liat, wewangian dari getah pohon. itu adalah sebuah ciri adat dari manusia yang tinggal di hutan belantara sebelum ada banjir nuh.
Mungkin ada beberapa yang sempat berpikir bahwa hijab dan jubah agak janggal dipakai di tanah arab yang bersuhu panas. mungkin di atas itulah alasannya.
Dan juga kemungkinan karena hal-hal tersebut tanah indonesia selalu menyayangi agama-agama yang masuk ke wilayahnya karena mereka adalah keturunannya sendiri. Dan konsep negara NKRI kemungkinan juga sebagai hasil pertemuan antara para pejuang kemerdekaan dengan leluhur tersebut yang ingin selalu menyayangi keturunan-keturunannya meski beda agama, suku, golongan, dll.
Dari semua penemuan subyektif di atas, saya simpulkan sementara bahwa
1. adat yang coba di usung ke permukaan oleh para sesepuh pejuang kemerdekaan adalah adat leluhur yang ada di salah satu wilayah NKRI pada masa sebelum banjir besar nuh (bahkan mungkin Nabiyullah Nuh Alaihi Salam pun belum ada). Leluhur berpangkat Nabiyullah (Alaihi Salam) yang memiliki konsep Ketuhanan Yang Maha Esa. Leluhur beserta keluarganya yang memiliki pusaka adat berupa bambu, duri, pakaian dari kulit pohon, getah kulit pohon berbau wangi, bahan rumah dari tanah liat, dll.
Setua apapun agama dan adat yang ada diwilayah indonesia dimasa lalu dan di masa depan, kemungkinan akan selalu termasuk keturunannya.
Selamanya, mereka akan selalu menjadi leluhur pertama dan tertua bagi setiap rakyat di wilayah indonesia.

Sedangkan bendera merah putih yang diusung para sesepuh pejuang kemerdekaan adalah bahwa setiap rakyat indonesia adalah berasal dari (maaf) indung telur dan sperma leluhur tersebut (warna merah putih) ataupun tulang serta darah mereka. Jadi, merah putih kemungkinan bisa diartikan sebagai simbol bendera keluarga, bendera biologis manusia, atau sebagai jalinan lokomotif dengan gerbong-gerbongnya. Jalinan antara leluhur manusia dengan keturunan-keturunannya.
2. Semasa hidup leluhur tersebut menggunakan rumpun tanaman bambu sebagai media pusaka penjaga wilayah ketika leluhur sedang berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dan ketika leluhur sedang beribadah agar tidak ada binatang buas yang mengancam keslamatannya, maka tanaman bambu menjadi sebuah pusaka utama semasa hidup mereka dibanding alat-alat adat yang lain pada masa itu. Sehingga pada setiap warga negara indonesia kemungkinan pasti ada sebuah pusaka penjaga wilayah berwujud bambu sebagai sebuah warisan dari pendahulunya yang melebur dengan tulangnya dan karena berusia lebih tua maka akan selalu mengambil posisi pada lapisan terluar melingkupi pusaka-pusaka yang lain yang dimiliki. Selain tanaman bambu, masih ada pusaka warisan yang lain. namun banyak yang sudah tidak berfungsi lagi dan kocar kacir tak karuan karena tidak pernah tersentuh oleh psikologis kita, selain itu juga mungkin tidak pernah terfikirkan keberadaan pusaka-pusaka warisan tersebut dalam diri kita.
Jika ingin memfungsikannya lagi dengan niat sebagai sarana keslamatan ketika sedang beribadah dan sarana keslamatan ketika sedang berusaha memenuhi kebutuhan hidup bisa dilakukan dengan berbagai macam versi dan cara. Kalau dari versi saya, bisa dilakukan dengan cara: siapkan satu batang bambu baru yang masih basah (jangan yang kering), jenis bambu dan ukuran panjang/diameter sesuai selera saja. kemudian bentuk salah satu ujungnya mirip dengan bambu runcing. Kemudian genggam seperti memegang bambu runcing sekenanya dilanjutkan dengan membaca niat puasa bambu keslamatan sebagai berikut:

Saya berniat puasa BAMBU KESLAMATAN satu jam karena Allah


setelah selesai membaca niat puasa keslamatan, silahkan tanam bagian tumpul bambu tersebut ke dalam tanah dan bagian runcing berada di atas tanah. mirip orang bertanam. setelah satu jam silahkan berbuka puasa dengan makanan pokok. Tidak perlu diperhatikan bambu tersebut nantinya tumbuh atau tidak.
Dan silahkan bahasa niat puasa tersebut bisa dirubah sesuai bahasa adat masing-masing. Demikian juga kata-kata Allah bisa dirubah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
Demikianlah sekelumit dugaan tentang adat Leluhur NKRI dan Leluhurku.