Silahkan bicarakan apa saja disini, baik politik, musik, bahkan hanya junk post.
#7918
Image

LAMPUNG TIMUR, KOMPAS — Badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) jantan bernama Harapan akhirnya pulang ke Indonesia. Setelah menempuh 60 jam perjalanan dari Kebun Binatang Cincinnati, Amerika Serikat, badak Harapan langsung masuk ke pusat konservasi badak di Taman Nasional Way Kambas.

Seorang pekerja dengan menggunakan forklift membawa kontainer yang berisi badak sumatera bernama Harapan. Harapan dibawa pulang ke habitat aslinya di Sumatera, tepatnya ke Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Lampung.

Badak Harapan tiba di Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Senin (2/11) pukul 02.30. Selama 60 jam ia harus menempuh jalan pulang menggunakan tiga moda transportasi, yaitu udara, laut, dan darat.

"Setelah penantian panjang, akhirnya badak Harapan resmi dipulangkan ke Indonesia. Dia datang dalam keadaan sehat. Kini badak Harapan sudah dimasukkan ke Suaka Rhino Sumatera (SRS) di Taman Nasional Way Kambas," ujar Sukatmoko dari Humas Taman Nasional Way Kambas.

Setelah tiba di Way Kambas, badak Harapan langsung disterilisasi. Kompas yang tiba di Way Kambas beberapa jam setelah kedatangannya belum diperkenankan untuk melihat secara langsung.

Badak Harapan rencananya akan menjalani masa sterilisasi selama beberapa hari untuk memberikan kesempatan beradaptasi. Selama sterilisasi, ia hanya akan dipantau oleh seorang dokter dan pawang.

"Dokter hewan di SRS akan dibantu pawang dari Kebun Binatang Cincinnati. Semoga ia segera kerasan tinggal di rumah barunya yang merupakan daerah asal badak tersebut," kata Sukatmoko.

Di SRS, seekor badak biasanya tinggal di kandang berukuran 20 hektar. Dari luas konsesi lahan SRS sebesar 9.000 hektar, 100 hektar di antaranya sudah digunakan untuk lima badak sumatera yang tinggal di SRS. Kelima badak itu adalah tiga badak betina (Ratu, Rosa, dan Bina) serta dua badak jantan (Andalas dan Andatu).

Dokter hewan Taman Nasional Way Kambas, Dedi Candra, menjelaskan, badak sumatera merupakan hewan soliter yang terbiasa hidup menyendiri. "Badak baru akan bergabung dengan badak lainnya saat musim kawin. Oleh karena itu, badak-badak di SRS tinggal dalam kandang-kandang tersendiri untuk memisahkan satu individu dengan individu lain," katanya.

Harapan adalah satu dari tiga badak sumatera yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati dari hasil peranakan badak sumatera Emi dan Ipuh. Perkawinan keduanya menghasilkan tiga badak, yaitu Andalas, Suci ,dan Harapan. Andalas dipulangkan ke Indonesia tahun 2007, sedangkan Suci mati di Kebun Binatang Cincinnati pada 30 Maret 2013.

Andalas yang lebih dahulu pulang ke Indonesia telah dikawinkan dengan Ratu. Perkawinan Andalas dan Ratu menurunkan Andatu yang lahir pada 23 Juni 2012.

Dilepas dengan kesedihan

Konservasi badak di Kebun Binatang Cincinnati telah menjadi perhatian penuh para pakar di sana. Untuk melepas badak Harapan, kebun binatang tersebut sebelumnya memberi pengumuman kepada pengunjung hari-hari terakhir mereka bisa melihat Harapan.

Sebelum melepas Harapan ke Indonesia, Terry Roth, Direktur Center for Conservation and Research of Endangered Wildlife, berbicara kepada media dan dipublikasikan di Youtube. Roth melepas Harapan dengan penuh kesedihan, tetapi pelepasan Harapan ke Indonesia merupakan keharusan demi kontribusi kepada konservasi.

Roth mengatakan, Harapan adalah satu-satunya badak sumatera yang tinggal di luar Asia Tenggara. "Dia adalah badak ketiga yang lahir di Kebun Binatang Cincinnati yang kini berusia delapan tahun," katanya.

Program pemulangan ke habitat asli ini adalah kesempatan untuk berkembang biak dan berkontribusi demi kelangsungan hidup spesies di habitat aslinya Sumatera. "Dia (Harapan) harus diberi kesempatan untuk berkontribusi terhadap spesiesnya karena mereka kini pada ambang kepunahan, hanya ada 100 badak sumatera yang tersisa. Hanya ada sembilan badak yang dirawat di penangkaran," kata Roth.

"Pada 1996 ketika saya mulai bekerja sebagai direktur kru, kemudian Direktur Kebun Binatang waktu itu mengatakan kepada saya bahwa pemuliaan badak sumatera harus menjadi prioritas tinggi para kru," kata Roth.

"Penggunaan teknik endokrinologi dan ultrasonografi untuk pengamatan perilaku dan kerja tim yang luar biasa, akhirnya kami bisa mengungkap misteri reproduksi badak sumatera. Akhirnya badak tersebut mampu berkembang biak di Cincinnati," kata Roth.

Andalas adalah badak pertama yang dilahirkan di Cincinnati, lahir dan dibesarkan di sini. Pada tahun 2004, adiknya, Suci, lahir. Tahun 2007, kemudian lahir saudaranya, yaitu Harapan.

Kebun Binatang Cincinnati telah bekerja sama dengan kolega mereka dari Indonesia dan Malaysia untuk transfer pengetahuan yang mereka ketahui. Dengan demikian, Indonesia tak perlu mengirim lagi badak sumatera ke AS. Namun, warisan keturunan badak dan peran Kebun Binatang Cincinnati akan menjadi bagian permanen dan signifikan dari sejarah kebun binatang tersebut.

"Kami ingin mendengar nantinya akan lahir lagi keturunan badak sumatera di habitat aslinya di Sumatera. Walau jumlah spesies sudah sangat langka, kami yakin masih ada waktu untuk menyelamatkan badak sumatera," kata Roth.

sumber