Silahkan bicarakan apa saja disini, baik politik, musik, bahkan hanya junk post.
#8323
Jakarta - Menteri Perhubungan RI, Ignasius Jonan, Senin (30/11) meminta Peti Kemas Lipat yang menjadi pemenang pertama penghargaan Adi Cipta Tata Wahana Nusantara Award 2015 segera diimplementasikan.

Hal tersebut penting dilakukan untuk menurunkan biaya logistik transportasi di Indonesia sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi nasiona‎l. Biaya logistik transportasi di Indonesia masih cukup tinggi karena berbagai keterbatasan infrastruktur.

"Saya berharap hasil penelitian dapat diterapkan, kalau tidak dapat diterapkan tidak ada gunanya, untuk kontainer lipat itu ide yang sangat bagus, jadi saya minta didaftarkan dalam HKI (Hak Kekayaan Intelektual)dan segera disosialisasikan pada Dirjen Perhubungan Darat, Laut, dan Kereta Api," ujar Jonan Senin (30/11) pagi di Ruang Mataram, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan RI.

Untuk penerapannya di Indonesia, harus difokuskan pada efisiensi logistik dan tidak harus mutlak multimoda, sehingga bisa menjamin efisiensi berjalan maksimal.

"Saat dulu masih duduk di bangku SLTA, saya memperoleh juara kedua penghargaan karya tulis ilmiah tingkat nasional dengan tema penelitian budidaya garam secara modern di Pulau Madura, namun entah karena promosinya kurang atau hal lainnya tidak ada perubahan dan hampir 70 persen petani di sana masih mengolah garam secara tradisional dan kita masih harus impor garam," kata Jonan.

Ia mengungkapkan Litbang nantinya akan memeriksa semua pengadaan barang dan jasa yang nilainya lebih dari Rp 10 miliar sehingga Kepala UPT ataupun Kepala Dinas tidak ada karang-mengarang dalam anggaran dan menggunakan hemat dengan efisien.

"Dulu saat saya masih di kereta api, saya minta dibuatkan inovasi pada toiletnya, namun saat akan dibuat desainnya oleh Direktur Teknik yang bila disetujui akan diproduksi Inka menghabiskan biaya hingga Rp 500 juta, namun setelah saya dan orang hukum melakukan research ternyata biayanya hanya Rp 12 juta saja," ungkap Jonan.

Dalam lomba penelitian yang dilaksanakan oleh Badan Litbang Kementerian Perhubungan itu, hasil penelitian karya ilmiah dari Latama Rizky Ramadhan (Mahasiswa S1 Jurusan Transportasi Laut Institut Teknologi Sepuluh November) keluar sebagai pemenang pertama.

Dari presentasi yang disampaikan oleh Rizky, rancangan peti kemas lipat yang ia buat dapat ditumpuk hingga empat susun sehingga menghemat ‎25 persen baik dari segi biaya ataupun luas lahan yang dibutuhkan untuk menampung peti kemas.

"Selama ini bila menggunakan kontainer biasa, maka ada ruang kargo yang tidak termanfaatkan, namun dengan kontainer lipat ini maka ruang itu bisa dimaksimalkan dan dapat diangkut dengan forklift yang mudah dijumpai di seluruh wilayah Indonesia," ujar Rizky.

‎Dikatakannya, dalam penelitiannya itu ia mengambil sampel dari rute Surabaya-Ambon yang memiliki selisih muatan (imbalanced cargo) hingga mencapai 29 persen, sehingga bila menggunakan peti kemas lipat maka biaya logistik yang dihemat bisa mencapai Rp 1,3 juta/teus atau Rp 1,3 miliar per tahun.

"Selain hemat tempat, peti kemas lipat juga meningkatkan safety karena titik berat muatan lebih rendah dan cocok untuk mendukung program tol laut dengan imbalanced cargo yang tinggi," tambahnya.

‎Sementara itu, ‎Kepala Badan Litbang Kementrian Perhubungan, Elly Adriana Sinaga, mengatakan dalam Adi Cipta Tata Wahana Award 2015 ada total 195 orang yang berpartisipasi sejak Maret lalu dan diseleksi hingga dua orang.

"Dalam penghargaan ini dikategorikan menjadi dua kelompok, yakni 141 makalah di tingkat S1 dan 54 makalah untuk tingkat S2 dan S3,‎ ‎kegiatan penelitian trasportasi tingkat nasional untuk memfasilitasi masyarakat memberi masukan kepada sektor transportasi di masing-masing wilayah sesuai dengan karakter wilayahnya," kata Elly.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan dari data logistik perfomance index yang dikeluarkan World Bank pada 2014 lalu, Indonesia menduduki peringkat 53 dengan skor 3.08, dan masih di bawah Vietnam, Thailand, dan Malaysia.

"Untuk itu kami akan langsung melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha dan memasukkan hasil karya para pemenang lomba karya ilmiah ini ke HKI," tutupnya.

sumber