Silahkan diskusi bebas tentang Indigo disini, termasuk pertanyaan dan jawaban tentang indigo.
By chendi
#7661
hai,,
salam kenal temen-temen yang ada di KI,,
saya anak biasa dan bukan indigo,,
saya mau minta tolong kepada temen-temen yang ada disini,,
dan semoga ada diantara temen-temen yang bersedia membantu saya untuk mengatasi masalah saya,,
amin...

nama saya chendi, umurku 30 thun, sorang suami dengan 1 anak yang berumur 2 thun,,
skrg saya sdg dalm masalah keuangan yg tidak bisa saya temukan jaln keluarnya,,
dimulai dengan modal usaha 40 juta sama seorang temen yg tidak dibayar sampai usaha yg selalu dirundung kegagalan,,
dan kini saya harus menanggung hutang yg bagi saya sangat besar dibank dengan jaminan surat sertifikat rumah,,
jumlah hutang saya di bank hampir mencapai 100 juta,,
dengan cicilan 3 juta perbulan,,
saya sangat kesulitan untuk membyar angsuran perbulannya,,
dan sekarang saya telah menunggak angsuran selama 2 bulan,,
saat ini saya binggung bagaiman saya harus mencari uang agar hutang saya lunas,,karna jika saya tidak bisa membayar hutang saya di bank,,
pihak bank akan menyita rumah kami,,
dan saya sekluarga harus kemana jika hal itu terjadi,,

pernah terfikir untuk melakukan hal" yang melawan hukum tapi selalu saat tepiskan,,
melakukan pesugihan tapi saya takut dengan dosa besar,,
saya bingung harus bagaimana sekarang,,

yang sya pernah baca bahwa ada diantara kemampuan indigo yang bisa melihat masa depan,,
dan semoga ada diantara teman-teman yang bersedia membantu saya untuk mencari jalan keluarnya,,
semoga disini yang maha kuasa memberikan jalan keluarnya melalui perantara temen-temen yang ada di sini,,

semoga tuhan yang maha mengetahui membalas kebaikan temen-temen,,,

amin
User avatar
By Admin
#7682
Hi chendi!

Mimin delete yah email kamu, jadi masalahnya cuman 1 ya? gara gara utang bank aja.

Chendi, titip istri sama anak kamu ke mertua, kamu fokus kerja dulu aja, dan gak perlu ngasih uang ke istri dan anak, bilang sama orang tua kamu, kalo kamu untuk sekarang belum bisa biayain karena seluruh pendapatan untuk saat ini difokuskan ke peminjaman Bank dulu.

Istri harus legowo banget nih, karena ibarat kapal terbang kelebihan beban sekarang jalan satu satunya ya begitu, untuk sementara mengurangi berat dari pesawat dulu.

BTW sekarang Tuhan lagi nunggu kamu berkorban lebih, dari Istri dan anak sama harta kamu, kamu punya harta tinggal apa lagi? Coba di jadiin uang terus di kasih ke orang orang yang nasib nya lebih parah dari kamu, ya tetangga, sanak famili, atau ke lembaga sosial tapi kalo ke lembaga pantau terus penerapan harta kamu untuk mereka.

Mimin kasih quote yah: Hidup itu kayak roda, Kalo Roda berputar, dan posisi kita dibawah banget, Roda cuman punya satu jalan yaitu "Naik Keatas".
By anjaniey
#7736
Jual aja rumah buat bayar utang lalu numpang tinggal sama mertua atau orang tua atau sodara. Dengan gitu ngga ada tanggung jawab yg dilalaikan dan ngga ada yang disisihkan meskipun sementara. Tanggung jawab pun selesai. Abis itu ibadah, kerja, makan, tidur bisa tenang. Berusaha kumpulin uang lg buat beli rumah.
By Bams Prasetio
#7769
Permisi...Tidak mengurangi rasa hormat ama mimin yaa..PEACE!!
bwat semua yg di komunitas :
Rasanya dipake dulu broooo... kl semua pada ngaku indigo kl kita jadi dia gmn???..dan kasih solusi yg nyata..ayo bantu...mau seperak kek 2 perak kek..setau ane kata pa ustad silaturahmi manjangin rejeki..ga bisa hartanya ilmunya kek..ga bisa ilmunya..tenaganya kek..ga bisa tenaganya duitnya kek...gabisa duitnya doanya lah...daripada ribut trawang triwing...ayo kita bantu...yg masih pelajar doanya..yg bekerja di pemerintahan duitnya..yg wiraswasta ilmu ama hartanya..yg belum bekerja ayo tenaganya..pasti jd duit..yg penting transparan...pasti TUHAN bantu kita semua.
bwat cendi no hp ane ada di postingan komunitas zona bandung..kl ga tanya sama om mata bumi terimakasih om mimin..!!!
User avatar
By Admin
#7774
Bams Prasetio wrote:Permisi...Tidak mengurangi rasa hormat ama mimin yaa..PEACE!!
bwat semua yg di komunitas :
Rasanya dipake dulu broooo... kl semua pada ngaku indigo kl kita jadi dia gmn???..dan kasih solusi yg nyata..ayo bantu...mau seperak kek 2 perak kek..setau ane kata pa ustad silaturahmi manjangin rejeki..ga bisa hartanya ilmunya kek..ga bisa ilmunya..tenaganya kek..ga bisa tenaganya duitnya kek...gabisa duitnya doanya lah...daripada ribut trawang triwing...ayo kita bantu...yg masih pelajar doanya..yg bekerja di pemerintahan duitnya..yg wiraswasta ilmu ama hartanya..yg belum bekerja ayo tenaganya..pasti jd duit..yg penting transparan...pasti TUHAN bantu kita semua.
bwat cendi no hp ane ada di postingan komunitas zona bandung..kl ga tanya sama om mata bumi terimakasih om mimin..!!!
please yah bams, mimin bold kata kata kamu, mimin tegasin no money oriented di KI.

kalo mau nanti diadain sumbangan sosial ke anak yatim, para senior kemerdekaan, tapi tidak untuk yang terlilit hutang * no offense ya chendi.
By MataBumi
#7775
Wuih... lama gak buka KI, ternyata perkembangan di tiap bilik sudah banyak. Hehehe...

Salam hangat dulu buat Kak Anjaniey... Apa kabar kak? Sudah lama gak contact nih... Mimin sehat? Maaf ketemuan yang tanggal 20-Sept-15 saya absen hadir. Kang Bams, kumaha kabarna Bandung?
Chendi... Salam kenal dan selamat bergabung di KI...! Btw Chendi jangan patah arang dan semangat dengan masalah yang dihadapinya yach..

Seperti yang sudah di sampaikan Mimin, Kak Anjaniey dan Kang Bams, kita memang gak boleh patah semangat dalam kondisi separah apapun. Menyambung saran Kang Bams untuk bantu semampu kita, saat ini saya gak berkemampuan untuk bantu secara finance tapi mungkin saya bisa share sedikit kisah yang semoga bisa jadi bahan pertimbangan Chendi dalam menghadapi masalahnya.

Kisah nyata ini terjadi di tahun 2011. Waktu itu karena gagal bisnis saya jadi berhutang mendekati angka 500 juta. Tanpa harta dan tanpa dukungan orang tua (karena mereka menolak memberikan bantuan kalau saya belum juga menceraikan istri saya), jadilah saya buronan dadakan. Lebih dari 5 bank mengejar saya. Tidak jarang debt collectornya berkata kasar dan saya & istri terpaksa harus sering ganti nomor telepon dan pindah-pindah rumah.

Untuk makan aja susah, apalagi harus bayar hutang. Di saat itu satu demi satu teman dekat beranjak menjauh. Sepertinya mereka mulai bosan memberikan bantuan dan saya sudah gak tahu lagi harus bagaimana. Suatu saat ada salah satu debt collector datang dan menyita semua barang yang ada di rumah. Rumah gak di sita karena itu milik yang punya kontrakan. Kondisi kejiwaan istri sampai hancur lebur. Gak tahan dengan derita yang ada, Januari 2014 dia resmi minta cerai dan membawa serta 4 anak kami yang masih kecil-2.

Saat itu saya kenal dengan seorang ustadz yang ketemu gak sengaja di masjid tempat dia memberikan kotbah sholat Jum'at. Isi kotbahnya entah kenapa begitu menenangkan jiwa. Dalam kotbahnya beliau mengingatkan : TUHAN TIDAK AKAN MENGUJI UMAT-NYA MELEBIHI BATAS KEMAMPUAN YANG BISA DITERIMA OLEH UMAT YANG DIUJI-NYA. Beliau juga meyakinkan saya (dan mungkin jemaah lainnya) kalau JARAK ANTARA SOLUSI DENGAN MASALAH HANYA SEJAUH DAHI DENGAN SAJADAH SAAT KITA BERSUJUD.

Begitu sholat selesai, saya langsung cegat beliau untuk minta waktu curhat. Dari curhat itu saya minta kesediaan beliau membimbing saya melewati masalah yang saya hadapi dan alhamdulillah, di 2015 ini apa yang pada 2011 terasa begitu berat sekarang sudah terasa begitu ringan. Hutang juga perlahan mulai berkurang (mungkin sudah sekitar 300 jutaan). Meski istri belum kembali, tapi hubungan kami sudah sangat baik dan saya sudah bisa bertemu anak-anak sesering mungkin.

Kalau boleh berbagi, yang dulu saya lakukan adalah :
1. Menenangkan diri setenang mungkin. Saya lakukan ini di malam hari karena saat itu adalah saat yang paling pas buat saya merenung.
2. Saya flash back jalan hidup saya (meski awalnya iseng) untuk melihat : dimana sebenarnya kesalahan saya? Dari sini saya jadi ingat kalau ada beberapa teman yang sudah mapan dan bisa dimintai bantuan
3. Dengan di bimbing pak Ustadz, saya belajar mengajukan do'a yang fokus dan berkualitas. Kekuatan do'a-nya di dukung dengan sedekah (kadang uang, kadang ilmu, kadang waktu dan tenaga)
4. Saya dilarang untuk murung, berputus asa dan cengeng hati (karena ternyata itu bisa memudarkan kharisma di wajah kita). Jadi saya balik dengan : optimis dan percaya diri.

Dengan 4 jurus utama ini saya mulai menyusun langkah-langkah penyelesaian masalah + menyusun kekuatan baru. Alhamdulillah, sekarang sudah jauh lebih baik meski belum seluruhnya selesai.

Saya setuju dengan Mimin, KI tidak akan memfasilitasi pemberian bantuan dalam bentuk uang kepada member mana pun yang punya masalah dengan keuangannya. Kalau pun ada member yang melakukan pendekatan pribadi ke member lain, sepanjang kedua belah pihak sepakat dan saling mengerti rasanya Mimin dan para moderator tidak bisa melarangnya. Hanya saja, kalau sampai hal ini terjadi lalu di belakang hari ada masalah dalam pengembaliannya, Mimin dan para moderator akan lepas tanggung jawab.

Iya kan, Min?
By chendi
#7813
admin: makasih banget atas kesediannya memberikan nasihat buat aku.
:'-(( :'-(( :'-((

anjaniey: udah dari tahun kemaren rumah itu mau kami jual tapi sampai sekarang belum laku-laku,,
padahal kami sekeluarga udah sepakat mau memulai semuanya dari awal tanpa ada beban hutang..
(y) (y) :'-( :'-( :'-( :'-(
mohon doanya dari temen-temen agar rumah kami cepat laku

bams: terima kasih untuk toleransinya dan mau mengerti atas semua yang sedang aku alami sekarang ini..
:-(( :-(( :-(( :-((
By chendi
#7825
matabumi: makasih banget karena udah mau berbagi kisah hidupnya...
500 juta an itu jumlah yang luar biasa banyak bagi aku,,
dan aku pasti gak sanggup ngadepinya,, :019: :019: :019: :019:

kalu begitu aku mohon izin untuk berbagi kisah kami jg ya sebab aku sangat jarang terbuka kisah ku,,
mungkin forum ini lah tempat aku berbagi kisah ku,,

kami 3 bersaudara, aku laki-laki dan kedua adik ku perempuan semua,,
sejak kecil keluarga kami tidak memiliki rumah sendiri membuat kami seperti kucing beranak alias kami sering pindah tempat kontrakkan..
hahahhaha

waktu aku SD, aku sudah tinggal dengan nenek dari sebelah ibu karena ortu bekerja sebagai buruh memotong rumput di perkebunan jadi aku harus tinggal terpisah dengan orang tua karena harus sekolah,, sejak kelas 3 SD saya udah coba kerja bantu" paman jaga di tokonya,, lumayan bisa dapat uang jajan buat sekolah,,,
tepat tahun 1996 saat aku berumur 11 tahun dan adik ku yang paling kecil berumur 5 tahun ibu pergi untuk selamanya dikarenakan sakit..
sejak itu kami sekeluarga jadi tinggal dengan nenek karena bapak tidak mau menikah lagi,,,
kami sering iri dengan temen-temen yang masih memiliki ibu, mereka bisa bercanda, diperhatikan serta di nasehati kalau keseringan bermain..
yaa begitulah hari-hari kami terus berjalan,,
sampai pada tahun 2011 tepat setelah adik ku yang paling kecil menerima pengumaman kelulusan SMA nya bapak juga pergi untuk selamanya karena kecelakaan,,,
waktu itu membuat aku dan adik-adik ku seakan tidak ada kemampuan lagi untuk meneruskan hari-hari kami karena selama ini kami selalu bergantung pada bapak sebagai orang tua tunggal kami,,

dalam hati aku sangan tmerasa dendam dengan kehidupan,,
mengapa harus kami yang mengalami perjalan hidup yang seperti ini???
sejak itu aku yang menjadi penopang untuk kedua adik-adik ku,,
memang masih ada keluarga yang bisa kami tinggalin semenjak kejadian itu berlangsung tapi kami tidak mau merepotkan mereka,,
jadi kami tetap tinggal dengan nenek yang sudah tua,,
sejak itu kehidupan aku bisa di bilang jadi tidak menentu yang penting aku bisa menghasilkan uang untuk iaya kehidupan kami sekeluarga,,,
sampai" aku menjadi koordinasi bagi teman-teman ku untuk melakukan pencurian kecil-kecilan,,
jumlahnya lumayan bagi kami karena selama kami menjalankan pekerjaan itu kalau hargaya cuma sekitar 100 jutaan kami nisa mendapatkan apapun kami kami inginkan,,
dengan uang itu aku juga bisa membantu keluarga-keluarga aku yang kehidupannya jga tidak lebih baik dariku,,,
dulu keinginan aku hanya ingin menjaga kehormatan keluarga aku,,
walaupun kami tidak ada orang tua lagi tapi aku tidak ingin adik-adik ku merasa sedih dan selalu dihina orang lain karena kami miskin,,,
alhamdullillah dengan uang itu aku bisa membiayai kuliah adik ku yang paling kecil, walaupun sekarang ia harus berhenti kuliah karena aku sekarang sudah tidak punya biaya lagi,,

tahun 2012 aku memutuskan untuk menikah,,
setelah istri aku mengandung, saat itulah menjadi tolak awal kehidupanku,,,
aku bertekad untuk meninggalkan pekerjaan lamaku, karena aku tidak ingin memberi makan uang dari hasil pekerjaan ku kepada calon anakku,,
sejak saat itu aku memulai belajar untuk usaha tapi selalu gagal,,
mungkin ini adalah balasan atas kesalahan ku di masa lalu,,
aku tidak pernah menyesal atas kondisi yang aku hadapi sekarang karena ini adalah keputusan terbaik dalam hidup ku,,,
apakah aku menyesal dengan pekerjaan aku yang lalu????
jawabannya JUGA TIDAK,,,
malahan sekarang aku sedih karena ketidak mampuan ku untuk membantu keluargaku yang sangat kekurangan,,
yang terkadang tidak menemukan makanan yang untuk dimakan anak"nya,,,

namun kini aku benar" merasa sangat terpuruk karena beban yang sedang aku hadapi,,
bukan karena aku harus hidup kekurangan tapi aku sedih karena aku sampai-sampai tidak mampu untuk membelikan baju untuk anak ku satu-satunya,,,
aku ingin dia tetap memiliki tempat berteduh,,
aku hanya ingin menjadi suami dan bapak yang bertanggung jawab untuk mereka,,,

owya,,
aku juga tidak mengginkan donasi uang dari temen-temen di forum ini,,,
aku hanya ingin ada sebagian dari temen-temen di sini yang diberikan karunia dari tuhan yang maha kuasa untuk melihat masa depan untuk membantu ku,,
karena ada teman yang memberi solusi kepada ku,,
tapi hal itu hanya bisa terwujud atas izin tuhan jika temen-temen yang memiliki kemampuan melihat masa depan bersedia membantuku,,

semoga dengan izin tuhan ada temen-temen yang bersedia membanuku,,
By little star
#7827
hai chendi,salam kenal yah sebelumnya..

aku mengerti kesulitan hidup yang kamu hadapi.belum lagi ditambah keadaan perekonomian indonesia sekarang,byk phk dimana mana.aku mau membantumu tapi bukan dengan melihat masa depanmu.jika yang dirimu inginkan bagaiman masa depanmu telihat lebih baik lagi dari kehidupan sekarang,kuncinya adalah dirimu benar benar memiliki komitmen untuk memiliki jalan lurus dan tidak melakukan kejahatan yang merugikan orang lain melakukan sesuatu hal yang dirimu tahu itu tidak benar.

aku tipe orang yang mampu membalikkan keadaan seseorang tapi bukan pelihat untuk melihat takdir seseorang.soalnya itu bukan urusanku tapi urusan Sang pemberi hidup.Tuhan melihat kapasitas hati seseorang untuk dapat menerima berkat.yah aku tahu,dirimu tidak pernah melihat keadaan diri sendiri untuk dapat menikmati hidup,tipis tipis mirip robin hood.

aku tahu rejeki atau berkat Tuhan yang mengatur karena tergantung bejana hati untuk mengelola berkat tersebut.jangan krn berkat /rejeki seseorang bisa menjadi terhilang di hadapan Tuhan dan menjadi lupa diri akibat rejeki tersebut tidak disalurkan untuk dapat memberkati orang lain yang lebih membutuhkan.

aku akan membantumu untuk Tuhan memberikan kemurahanNya buatmu..
dan dirimu harus bertanggung jawab atas berkat/rejeki yang Tuhan berikan jika Tuhan sudah melimpahkannya buatmu.. percaya dan bertindak kau akan melihat mujizat terjadi..