Silahkan diskusi bebas tentang Indigo disini, termasuk pertanyaan dan jawaban tentang indigo.
By Anjani
#16004
"karna jika dimanapun berada batukali akan tetap batukali namun unsur didalam batukali tetaplah sama" my sentiment exactly.

So you're saying that you're one of the real indigo ?or shall I quote your words, "bahkan sampai saat inipun aku juga tidak merasa saya indigo saya hanya merasa saya mempunyai kemampuan dibatas normal manusia bahkan saya mepunyai rasa penasaran yang tinggi terhadap sesuatu yg bersifat misteri tentang KeTuhanan." So which one is it? Cos both is a whole different situation and will affect your perception or your mindset on how a real indigo perceive the world, God, creation and life itself.

I actualy dont know how a real indigo should perceive the world, God, creation and life. All I know is today we are entering if not halfway into the quantum era (Quantum is more or less means "gaib") and should us all adapt our logic and thoughts into it. Cos merely logic is just not enough nowadays and quantum will bring us closer to the unsolved misteries of the present. Well at least there is great 'hope' to it. Cheers
By DheeTirtha
#16005
Anjani wrote:
26 Apr 2017, 19:49
"karna jika dimanapun berada batukali akan tetap batukali namun unsur didalam batukali tetaplah sama" my sentiment exactly.

So you're saying that you're one of the real indigo ?or shall I quote your words, "bahkan sampai saat inipun aku juga tidak merasa saya indigo saya hanya merasa saya mempunyai kemampuan dibatas normal manusia bahkan saya mepunyai rasa penasaran yang tinggi terhadap sesuatu yg bersifat misteri tentang KeTuhanan." So which one is it? Cos both is a whole different situation and will affect your perception or your mindset on how a real indigo perceive the world, God, creation and life itself.

I actualy dont know how a real indigo should perceive the world, God, creation and life. All I know is today we are entering if not halfway into the quantum era (Quantum is more or less means "gaib") and should us all adapt our logic and thoughts into it. Cos merely logic is just not enough nowadays and quantum will bring us closer to the unsolved misteries of the present. Well at least there is great 'hope' to it. Cheers
:salaman yahh saya juga buka indigo dan saya juga berpikir jika saya juga bukan manusia yg sama seperti yg lainya mungkin saya adalah yg terburuk.
dalam hidup hanya saja sya memandang dunia dgn Logika namun tidak bisa sya pungkiri ada banyak misteri yg blum bisa terpecahkan hanya mengandalkan logika saja itu tdi, tpi pernahkah anda berpikir jika hasil dri ciptaan (pola pikir manusia) atau (kepercayaan) tentang KeTuhanan justru memperburuk kehidupan ? mungkin memang justru lebih Buruk karna bakal ada banyak manusia tak bermoral, namun keberadaan Kepercayaan manusia dgn adanya Tuhan pun tetap begitu banyak manusia tidak bermoral , jika apa yg saya katakan saat ini benar tentang ada dan tidak ada pun sama anda berada di posisi mana ?
karna ini mungkin percakapan kita sudah terlalu jauh.
By Anjani
#16009
I try not to judge baik atau buruknya dikau. Since I don't know you well enough to do that.
Jadi kita mau ngomongin apa duluan nih? (God's) existence / absence? Or how human perception of God affects / unaffects their reality?

Malas sih tapi sebenernya kalo bahas tentang existensi Tuhan. It's like so last century ya. Even the last century people knew that God is indeed exist. Not going to go there and besides probably dzakir naik video on you tube could better explain about it than I.

Saya quote kata2 kamu "tpi pernahkah anda berpikir jika hasil dri ciptaan (pola pikir manusia) atau (kepercayaan) tentang KeTuhanan justru memperburuk kehidupan ? mungkin memang justru lebih Buruk karna bakal ada banyak manusia tak bermoral, namun keberadaan Kepercayaan manusia dgn adanya Tuhan pun tetap begitu banyak manusia tidak bermoral".
Honestly, kesimpulan sementara kamu ttg bagaimana manusia mempersepsikan Tuhan dan kemana persepsi dan kepercayaan manusia terhadap Tuhan membawa mereka, sangat menyedihkan. I beg to differ.

Contoh deh ya, kepercayaan sejati membawa manusia meyakini bahwa Tuhan Maha Melihat sehingga mereka menjaga tingkah laku. Sementara kepercayaan palsu manusia membawa menjalani hidup setengah2. Mereka misalnya menikah untuk ibadah, ijab kabul mengikuti aturan Tuhan, tapi setelah menikah khianat sana sini, berakibat kena penyakit kelamin, bahkan penyakit yg blm ada obatnya sampe hari ini.

Bukan persepsi dan kepercayaannya yang salah. Tapi siapa yg mempersepsikan dan mempercayai alias manusianya. Kebanyakan manusia membentuk persepsi mereka sesuai apa yang cocok/enak buat mereka, sementara mereka berjalan dengan kepercayaan palsu terhadap Tuhan. Kenapa Palsu? Karena kepercayaan mereka terhadap Tuhan ngga bawa kebaikan untuk diri mereka, manusia lain atau kemanusiaan secara general. Karena ga pernah ada kepercayaan terhadap Tuhan yang sejati yang membawa manusia kepada degradasi moral since God is the source of greatness including good moral.
Menjadi tugas manusia buat saling mengingatkan dalam kebaikan, cukup sampe disitu. Ngga perlu terlalu ngotot berusaha, lalu gagal, sampe2 buat diri hilang harapan dengan kemanusiaan manusia. Setelah kita mengingatkan kita cuma bisa menerima bahwa apapun yang terjadi, terjadi Karena memang Tuhan mau begitu. Karena kebaikan menjadi berarti dengan adanya keburukan, kebenaran memiliki nilai saat dibenturkan dengan kesalahan. Gimanapun juga dunia cuma tempat penyaringan.

I'm no hero, all the Marvel and DC Comics 'sh*t' doesn't exist in real life. They're child's play. However I believe that we all have equal chance to be heroes within our own life story that maybe once in our life, at one time, our light could brighten other lives as our paths crosses by.
If you asked me where I stand, I say, I stand on the human side with the humanity and the entities that completes them.
By Anjani
#16010
Another thing is, kenapa banyak degradasi moral krn manusia kudunya ga cuman mentok sampe 'percaya' tapi juga 'yakin' dan ber'iman'. Dari percaya, menjadi yakin lalu beriman yaitu pengejawantahan kepercayaan dan keyakinan menjadi nilai hidup yg dipraktekin dalam hidup sehari2.

So don't sweat it. Akal pikiran dan hati kudu deket tapi maen kudu jauh. Biar banyak liat banyak tau. Masih banyak kok orang bener dan baik di dunia, yang hidup dalam tataran moral dan iman yang baik. Kalo lo menemukan diri lo stuck diantara manusia dengan degradasi moral, change your crowd. Selametin diri sendiri aja drdp kekeh stay disitu dengan resiko tertular, mending kabur. Kecuali kuat2 iman dan kesabaran bgt, dgn harapan bisa menginspirasi sekitar buat berubah. Kalo gw sih simple aja gitu.
By Indria18
#16014
Setuju sama mba anjani, daripada kita deket deket sama org yg moralnya jongkok mending cari temen yang baik moralnya. Lebih aman, nyaman dan tentram. :)
By Junabel
#16017
salam kenal semua

alkisah dahulu kala ada seorang pemuda yang sangat berbakat dalam ilmu agama dan kitab-kitab kuno.
pemuda itu sudah menulis ratusan esai tentang pandangan dan analisanya mengenai ajaran agama dari berbagai kitab. Dia menganggap dirinya seorang pemikir Tuhan.
Suatu hari, waktu pemuda ini berjalan-jalan di tepi pantai untuk menyegarkan pikirannya,
ia melihat seorang anak kecil sedang asik bermain pasir di pantai.

Pemuda itu mendekat dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan anak kecil itu.
Dilihatnya, anak itu bolak balik memasukkan air laut ke dalam sebuah lubang yang dibuatnya di atas pasir.
Anak itu tidak sadar ada seorang pemuda yang sedang memperhatikannya bermain.

Lalu pemuda itu bertanya: "nak, kamu lagi ngapain sih?"
anak itu sedang menyiram lubang di pasir dengan air laut, tanpa menoleh dia menjawab: "lagi maen".

"Ooooo maen apa nak?" pemuda itu bertanya.
Anak kecil itu menjawab, "aku, mau mindahin semuaaaa air disana itu (sambil menunjuk ke arah laut) ke dalam lubang iniiii"

Pemuda itu tertawa terbahak-bahak "hahahahahaahahaaa, nak, nak, lubang itu kecil banget, sampai tua pun dak akan habis airnya !! Hahahaha"

Dengan santai anak itu menimpali, "lah kakak sendiri, mana mungkin mikirin misteri Tuhan yang tak terhingga, ke dalam kepala kakak yang sangat kecil itu?"

Tawa pemuda itu berhenti dalam sekejab. Ia termenung oleh perkataan anak kecil yang langsung menusuk ke dalam kepalanya...
Ketika sadar dari permenungannya, anak kecil itu sudah tidak ada lagi di depan matanya, hilang begitu saja.

Pemuda ini di kemudian hari terkenal sebagai salah seorang pujangga terbesar di jamannya.
By Anjani
#16023
Ahooy kokoh Jun, apa kabar? Sehatkah?

Bagaimana mungkin memikirkan misteri Tuhan, koh. Mikirin misteri ciptaannya aka aku keblinger.. Heheh
By Junabel
#16026
Hai Anjani
setelah ilang dari peredaran, saya kembali. i am safe and sound :)

buat trit started, @dheetirtha, logika itu asalnya dari pikiran, dari kepala. jika kepala memimpin pencarian Tuhan, niscaya tersesat dalam perjalanan.
rasa penasaran akan misteri Tuhan itu motivasi yang bagus untuk memulai perjalanan mencari Tuhan.

misteri Tuhan bukan untuk dipikirkan, namun untuk dicari, ditemukan, dialami dan dimengerti.
untuk mengerti misteri Tuhan, ya mau tidak mau harus mencari Tuhan dahulu.

perjalanan mencari Tuhan, diri harus keluar dari pikiran, keluar dari kepala, lalu masuk ke hati, masuk ke kediaman diri sejati.
Diri sejati ini ada diam di dalam pribadi masing2.
Pintu masuknya dari hati.
waspada, perjalanan ke dalam hati, ke tempat dimana diri sejati akan banyak hambatan. sebab dunia tidak menginginkan diri ini menemukan diri sejati.
Dunia akan berusaha segala cara untuk menggagalkan usahamu.

Biarkan hati memimpin, kepala itu jongos, mengikuti/membantu.
Tujuan akhir pencarian ke dalam, pencarian untuk menemukan diri sejati adalah untuk bersama Tuhan, sebab hanya saat bersama Tuhan, kita baru dapat mengerti misteri Tuhan yang dikehendakiNya untuk dimengerti.

Pedomannya, pertama-pertama adalah cinta yang menyala2 akan dan untuk Tuhan.
If you really love someone, you will never hurt him/her. you will do what he/her requested, you will care about him/her.

Lalu, pahami ajaran2 tersirat yang benar dalam ayat2 tersurat dari kitab suci agamamu.
Ingat ya, ajaran tersirat yang benar adalah ajaran yang tidak bertentangan/berlawanan dengan salah satu dari semua perintah dan larangan Tuhan.
contoh:
jika ada ajaran kitab suci menyebutkan: jangan membunuh.
lalu ada ajaran kitab suci: perangilah musuh-musuhmu sampai titik penghabisan.
kemudian ajaran tsb ditafsirkan sebagai "bunuhlah semua orang yang tidak seagama denganmu sampai tidak bersisa lagi."
Tafsiran itu adalah pemahaman ajaran yang salah.
Mengapa salah? karena menentang perintah Tuhan: jangan membunuh.
jangan membunuh. Berlaku untuk semua nyawa.
Pikiran manusia yang mengkondisikan bahwa jangan membunuh itu hanya berlaku untuk orang-orang yang seiman.

Lantas bagaimana pemahaman ajaran yang benar?
Pemahaman ajaran tersirat yang benar adalah pemahaman yang sejalan dengan kehendak Tuhan, dengan maunya Dia. Jika kamu benar2 jatuh cinta padaNya, kamu akan paham mana permintaan Dia, mana larangan Dia, dan mana yang bukan berasal dari Dia.

jika kamu punya hasrat menyala2 untuk bersama Tuhan, untuk berusaha jatuh cinta padaNya, tekadmu bulat, usahamu tekun, kamu jatuh, bangun lagi, pantang menyerah, dan terus merangsek ke dalam, setiap saat mengusahakan hatimu memimpin expedisi pencarian ke dalam ini, suatu hari kamu akan menemukan diri sejatimu.

Dia adalah harta yang paling berharga, intan cemerlang yang tidak ternilai harganya.
Dia diam di dalam sana, jauh dari hiruk pikuk dunia, namun memperhatikan dunia.

Jika kamu sampai disana, dan diam di dalam sana, perlahan-lahan, hari demi hari, kamu akan mengerti satu per satu misteri Tuhan, semampu yang Tuhan inginkan kamu mengerti. Ingat ya, semampu yang Tuhan inginkan, bukan yang kamu inginkan.

be bold, endure, be in love <3
Good luck!
By Lifin88
#16027
What you think, you become. What you think, you attract. Untuk apa tau begitu banyak tentang diri sendiri Indigo atau bukan? Untuk apa peduli begitu banyak pendapat orang tentang indigo? Fokus lah pada diri sendiri, jika diri sendiri merendahkan diri sendiri, siapa yang sanggup mengangkat? Jika ingin dikelilingi orang-orang positif, perhatikanlah pola pikir saat ini. Sudah cukup positif? Atau positif yang dibuat2? Jika diri masih melabelkan orang, menghakimi orang, orang2 itulah yang ditarik mendekati diri sendiri.

Menjadi seorang indigo bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan ataupun sesuatu yang perlu diratapi. Jadilah diri sendiri, bukan diri yang dianggap baik oleh orang lain.