Silahkan diskusi bebas tentang Indigo disini, termasuk pertanyaan dan jawaban tentang indigo.
#7341
Hi little star & tea ..pakabar ?

Jd inget masa sekolah, dulu aku jg sering dpt 'intuisi' sesuatu yg ditekankan utk dipelajari & disaat diujikan aku bs jawab..Haha, itu termasuk 'curang' ngga ya ? Jd ga perlu ngoyo belajar, hasilnya sering bagus :P
Ttg trend baju, aku bahkan sering mengaplikasikannya dlm gambar & voila! Kmdn hsl gambarku itu yg jd trendsetter. Sayangnya aku ga bs jahit, jd hanya sekedar menjadi gambar.
Blom lama aku men- design aksesories mengikuti intuisi dan alhmdulillah digemari dan terjual di bazar & teman2.
Maaf, dg menuliskan hal ini, bukan aku bermaksud menepuk dada, tp hanya sekedar memberikan contoh nyata yg aku alami.

Soros menggabungkan 'mungkin' bakat indigo atau intuisi dan jg pengetahuan ttg saham. Krn klo pasar modal itu emang bs dipelajari 'alurnya' berdasar metode empiris ataupun perhitungan 'CAPM'

Aku rasa sah2 aza jk kemampuan indigo dipakai utk bisnis, asalkan utk jalur yg benar. Sebagian besar pebisnis, mereka memiliki intuisi yg baik + ilmu & pengalaman di bidangnya
Contoh simple lg utk penerimaan karyawan, HR bs menggunakan kemampuan indigo apakah karyawan tsb cocok utk bidang pekerjaan itu atau engga.
#7349
@ ce tea,george soros ada bakat indigo juga tuh ce... bener luar biasa tuh dia bisa melihat timingnya untuk melepas,menahan,dan menarik,intuisinya kuat sekali... dia memiliki pengaruh kuat di pasar. itu yang membuat dia juga bisa mempermainkan pasar seenak dia... cuman satu dia yang gak bisa buat,melihat masa depan .. dia hanya bisa memprediksi ke depannya saja karna perhitungan angka.. jika ada orang indonesia memiliki bakat seperti dia,aku yakin rupiah gak terjun bebas seperti sekarang ini..

@ wien :038: :038: :038: hehehehe kangen lihat dirimu lama gak on... semoga usahanya makin maju yah wien (y) (y) (y)
#7629
kalo menurut saya sih sah sah saja selama masih ada di jalur yg benar , cuma kalo sy pribadi sih suka ada perasaan merasa bersalah karena mempermudah sesuatu dengan cara yg mungkin org lain ga semuanya bisa . hhe :)
#9659
Master-master penyembuhan seperti prana, chikung, reiki rata-rata indigo.
Contohnya master Choa Kok Sui, dia mempelajari prana lalu dibuat bisnis sama dia.
Terus orang indonesia yang sering nongol di TV yang bisa melukis pake pasir itu indigo juga, karena dia bisa memadukan lukisan pasir dengan tarot. Tapi klo ditanya jawaban dia adalah kebetulan saja benar.
Klo aku pengen punya seperti "Little Star"...insting yang bagus....bisa untuk main Forex.
#16092
hallo teahangat :salaman

kalo ditanya boleh/tidaknya? itu pilihan masing2 orang, selama ngga merugikan orang lain sepertinya sah2 aja dibisniskan. tapi ingat, segala pilihan yg kalian ambil pasti ada konsekuensinya. V(^_^)

aq sendiri ngga mau dibisniskan, karena emang ngga ke arah sana dari awal aq sadar aq berbeda dengan orang kebanyakan. aq sadar kemampuan ini hanya titipan saja. kalo Tuhan mau ambil lagi titipan ini, ya silahkan diambil saja. aq woles.

dulu sempat mau bikin buku dan diterbitkan, bayangan ratusan juta rupiah pun udah tervisualisasi dengan jelas di otakku. hahaha *bakalan booming guys*

tapi kenapa akhirnya ngga jadi? kembali lagi ke atas ya itu tadi... aq memilih untuk tidak mempublikasikan kemampuanku melalui sebuah buku karena aq terawang ke depannya hidupku bakalan tidak tenang lantaran awak media akan terus mengekspos kehidupanku. ribet guys, sekarang aja blum terkenal udah banyak yg bully. hahahahaha life was so unfair, i think.

orang yg normal bisa jalan2 dengan santai tanpa beban. sedangkan aq? jalan2 dikit aja udah cape guys karena ktemu orang baru langsung "dimintai bantuan" oleh mereka hahahaha.
#16137
menurut aku sih, pada dasarnya kan kelebihan kita itu kan juga salah satu skill, cuma lebih langka aja. Sama aja kok kayak ada orang punya skill jago bicara, analisa, melukis dll. Kalau itu membantu kita dalam bisnis atau mencari uang kan why not, kita juga harus effort buat itu gak serta merta instan jadi juga.


Yang ga wajar menurut aku kalau skill itu sendiri tsb di komersialisasi berlebihan, spt matok harga konsul per menit jasa terawangan.