Silahkan diskusi bebas tentang Indigo disini, termasuk pertanyaan dan jawaban tentang indigo.
#7294
Mencari uang dalam arti mencari nafkah utk kebutuhan diri sendiri/keluarga sendiri..Ya Jelas boleh donk.
Justru itu termasuk di dalam 1 paketnya kenapa org tsb dibekali suatu kemampuan itu.

Dan malah kemungkinan besar dalam mencari nafkah tsb,.org yg dibekali kemampuan itu akan mendapatkan yg lebih ketimbang rata2 org lain.
Istilahnya,.. akan bisa lebih tajir gituh.,ketimbang yg gak dibekali kemampuan.
Itu akan membuktikan bagaimana kemampuan dirinya,. scr tehnis kesanggupan dirinya utk menarik/ membuka pintu rezeki bagi dirinya sendiri.

Disini yg terpenting adalah dari arah manakah uang/rezeki itu datang.
Yg diperbolehkan adalah dari arah DUNIA NYATA., bukan dari arah Alam Metafisik/ gaib.
Conto sederhanya: - Org kepengen tajir,.musti memeras keringat, menekan otak dan membanting tulang.

Dan Gak diperbolehkan uang itu datang dari arah metafisik,.ataupun melalui jalan jual beli metafisik.

Walaupun org yg mempunyai kemampuan metafisik bisa ngeliat pintu rezeki,.dan menarik rezeki bagi dirinya sendiri,.secara metafisik,.namun hal yg musti dilalui adalah memeras keringat, menekan otak,.dan membanting tulang.
Kompensasi yg Sah utk hal2 itu adlah Tajir bagi dirinya sendirinya,..bukan org lain.
Setelah dirinya dirinya tajir barulah bisa membantu org lain dgn harta kekayaannya maupun pengetahuan / kemampuan nya
#7299
buatku sih sah sah saja ce ..

Tuhan memberikan gift kepada kita supaya kita sendiri juga bisa menjadi saluran berkat bagi banyak orang lain.hanya saja kemampuanku gak pernah aku perjual belikan.dulu tuh,aku selalu bisa lihat kemauan pasar satu langkah ke depan.hanya saja belum waktunya saja yah Tuhan tidak ijinkan karena keadaan.

kalau sudah waktu Tuhan genap,aku bakal masuk bursa saham.pantang buatku melakukan pelayanan dengan mengharapkan imbalan apalagi sampai patok harga.apa yang Tuhan berikan dengan cuma cuma,aku pasti memberikan cuma cuma pula untuk membantu.

satu yang menjadi prinsipku nih,orang benar dikejar berkat bukan ngejar berkat.diberkati untuk menjadi berkat.
#7301
teahangat wrote:Tajir untuk orang lain misalnya kasih pelaris ke orang lain gitu?
Sebetulnya sih kalo org udah memiliki harta kekayaan sendiri,.scr otomatis gak sempat ngasi penglaris ke org lain,....sebab Selain mencari nafkah, kemampuan tsb juga digunakan utk menggali sisi spiritual nya sendiri.
Utk menyeimbangkan antara wkt mencari Harta duniawi dgn waktu menggali spiritualitas. ...waktu2 dlm hidupnya betul2 padat.


Penglarisan scr metafisik Asli, dibagi DUA kategori utama, yaitu Passive dan Aggressive.
Yg cat. passive masih bisa ditoleransi utk diperbolehkan,.sebab sifatnya hampir mirip dgn usaha mns di alam nyata.
Contonya :- Jika seseorg mempunyai toko,.mk org tsb akan berusaha memperindah/mempercantik tokonya agar menarik minat org yg ngeliatnya spy dtg berkunjung. Spt dgn cara, renovasi toko/ ngasi pernak pernik,...dll.
Dan itu artinya hanya fokus di toko itu saja.

Namun kl Aggressive, itu gak diperbolehkan., sebab itu artinya sama aja menempatkan banyak org didepan toko, yg bertugas menarik narik/ merangkul org yg lewat agar memasuki tokonya.


Skrg, Tinggal bagaimana seseorg yg mempunyai kemampuan metafisik mempergunakan keahliannya utk menciptakan Penglarisan yg Gak melanggar norma Agama dari sisi metafisik.
Agama itu udah memperhitungkan scr masak2,.guna menentukan mana yg boleh dan mana yg gak boleh..Supaya kompensasi yg negatif thd manusia itu gak begitu berat buat dipikulnya.
#7312
lebih ke intuisi yah ce... aku bisa tahu aja ,mana memberi keuntungan,sebelumnya aku gak ngerti tentang pasar.sampai aku sendiri lihat di acara tv tentang pasar.sebenarnya sih bukan tentang indek saham aja.seperti model baju yang trend ke depan 2-3 tahun lagi.aku bisa tahu dengan sendirinya.seperti aku lihat gambaran yang ada di mataku.lebih seperti kayak penglihatan.

mau percaya atau gak,anakku yang gede waktu ujian saat gak bisa jawab soal dia dapat penglihatan di depan matanya buku berisi jawaban dari soal ujian.kalo mau jujur,nilai dia gak pernah dpt 9.dapat 8 mah untung bgt.kebanyakan dapat 7 dan 6.waktu itu dia masih kelas 3 sd.ujian dia dapat nilai 9 bukan hanya dari 1 pelajaran tapi dari 4 mata pelajaran dia dapat nilai 9 lebih. :013: mendadak pintar
#7338
Dialam nyata ,.kalo marketing memakai metode aggresive ness,..dlm batas2 ttt, mgk masih bisa ditoleransi utk diperbolehkan.
Tp beda hal jika itu diterapkan di metafisik.


One more thing,..(ini rahasia metafisik yg aku beberin..:D )
Ada ungkapan "REJEKI ITU SUDAH ADA YG NGATUR",..istilahnya " Rejeki Itu Sudah Ditentukan" (kapasitas utk masing2 org).
Nah,.yg jadi problem ialah,.manusia itu jarang memaksimalkannya di alam nyata.
Maksudnya, ibarat spt conto ini:
- Ada sesorg yg bernama si Fulan. Jika si Fulan itu udah ditentukan Rejeki per bulannya = 1 M....belum tentu si Fulan itu mendapatkan Uang sebanyak 1 M perbulan.
Si Fulan gak pernah tau kapasitas Rejeki dia sesungguhnya,. ..Walaupun dialam nyata sebulan dia berpenghasilan 500 jt,.maka dia akan menyangka jika itu adalah nilai kapasitas maksimum pintu rejekinya.
Padahal sesungguhnya Si Fulan hanya memperoleh setengah dari jumlah kapasitas Rejeki yg telah ditentukan buat dia.

Conto Lainnya spt ini:
- Si A termasuk orng yg malas bekerja.
Bukan berarti si A gak ada jatah Rejeki nya...Bisa saja si A ditentukan rejeki perbulannya 10 jt.
Namun krn si A gak begitu berminat mencari uang,.ala kadarnya,.sebisanya,..maka Perbulan Si A hanya mendapatkan penghasilan 1 jt.
Itu Artinya ,.si A hanya memperoleh sepersepuluh dari rejeki yg Telah ditentukan buat dia.
Dan itu dianggap oleh si A ,..segitulah kapasitas rejekinya..


Jadi intinya,.org yg pny kemampuan itu seharusnya bisa memaksimalkan kapasitas rejekinya sendiri,.meminimalisir godaan/cobaan yg menghadang,..dgn tanpa perlu utk memakai cara yg menyimpang dari norma agama secuil pun.