Page 1 of 1

Dengarlah curhatku. .

PostPosted:10 Mar 2018, 17:46
by Indria18
Karena temanya indigo diary saya mau curhat disini. Semoga ada yang bisa memberikan masukan dan nasehat yang baik yang bisa mendorong saya kearah yang baik.
Saya sering bertanya-tanya dalam hati saya. Kenapa saya tidak pernah bisa berteman dengan orang lain?? Disaat teman2 saya dengan asiknya bercerita ber haha hihi dg yg lain. Saya selalu merasa jadi yg tersisihkan dan berbeda. Sempat dulu waktu kuliah saya "memaksa" diri saya utk mempertahankan "org yg menyukai saya" atau "teman" saya malah stress sendiri. Apakah teman itu? Apakah kita bisa disebut teman jika tidak ada ketulusan dalam hati utk berteman? Maaf, saya bertanya hal yg terlalu kekanak kanakan tapi memang begitu adanya. Dan orang yg saya percaya dan lalu bercerita padanya perihal saya ttg kekurangan saya. Org itu yg awalnya mendekati malah menjauhi. . Lantas berteman itu apa sih? Apa bisa dibilang teman kalau hanya ada waktu butuh atau enaknya saja?

Re: Dengarlah curhatku. .

PostPosted:10 Mar 2018, 17:51
by Indria18
Dan mungkin adaa yang bisa share nasihat atau pengalaman saat kita dijahatin sama orang. Padahal kita nggak ngapa2in dia. Bagaimana saya harus bersikap? Tapi kalau boleh jujur, ada beberapa org yg tdk menyukai sikap saya. Ada org yg dg gamblang menyindir "sikap" saya tsb. Tapi ada juga yg langsung melabeli saya sbg org yg menyebalkan dan mengomentari semua hal yg saya lakukan. Saya berusaha gak ambil pusing. Tapi lama2 ganggu pikiran juga. Mohon nasehat dari teman2 disini. Terima kasih.

Re: Dengarlah curhatku. .

PostPosted:13 Mar 2018, 08:57
by little star
hai indria :038:

yah kadang kita merasa sudah melakukan yang terbaik tapi berbeda dengan pandangan orang lian terhadap kita.nih jujur saya bukan introvert dan bukan extrovert juga,saya bisa kedua duanya.saya memiliki anak yang introvert,kadang dia suka bingung melihat saya bisa berbicara dg orang yang gak saya kenal ,mengalir begitu aja.sedangkan dia ,tidak bisa berbicara dengan teman sebayanya seperti yang saya lakukan .

nih anak saya jika berbicara terlalu jujur dengan perasaannya,hingga kata kata yang dia pilih tidak tepat sasaran tapi malah jadi duri dalam daging... empati yang dia rasakan terhadap seseorang itu tidak seperti kebanyakan orang.dan yang ada justru hanya simpati.yah cuman terbawa bawa perasaan saja tapi tidak disertai perbuatan.

jika ada seseorang menilai ada yg salah terhadap diri kita ,coba evaluasi diri dulu.berapa orang yang sudah berbicara sama tentang diri kita .jika 10 orang disana ,ternyata 6-8 orang memiliki penilaian yg sama,yah kita coba untuk berubah dan mengubah sikap kita.apakah perkataan kita dapat menjadi dampak dan menghasilkan buah yang manis terhadap teman dan keluarga kita ? hanya orang orang terdekat kita yang bisa menjadi cermin buat diri kita sendiri.karena mereka lebih tahu siapa diri kita sebenarnya. dan pa yang mereka rasakan...

setiap karakter kita dibentuk dari semua hal yang kita alami dan cara kita merespon setiap masalah.jika perkataan kita sedikit saja dpt menjadi tikaman pedang artinya kita memiliki luka didalam jiwa kita hingga kita tidak menyadari bahwa kita menularkan sesuatu hal dpt menjd racun buat orang orang yg menyayangi kita.orang yang sakit di dalam jiwanya kadang jika mendpatkan perlakuan yg sama ,mereka langsung menganggap hal itu sangat menyakitkan .padahal,apa yg orang lain lakukan sbg bentuk pembalik keadaan krn tidak menginginkan lontaran perkataan itu sebagai senapan yang menghujam dalam diri mereka,hingga mereka membuat perisai dengan spontan dan memberikan perkataan kita pada diri kita sendiri.

jika kita dijahatin seseorang karena tidak melakukan apapun,satu kata dari saya,memberikan pengampunan terhadapa mereka.karena mereka belum mengenal lebih dalam siapa diri kita.tapi jika itu berulang kali kita menerema perlakuan yang tidak baik ,lebih baik kita menjaga jarak .dan saya juga tidak menganjurkan memberikan kepercayaan terhdapa orang tersebut.mengampuni berbicara tentang perbuatan masa lampau tapi kepercayaan berbicara tentang masa depan.

berteman buat saya ,saya siap memberikan hati saya dan membuka diri saya terhadap siapapun .memilih siapa yang saya dapat jadikan teman atau tidak.karena pengaruh buruk dapat merusak kebiasaan baik.selalu bersikap positive thingking untuk menerima keberadaan siapapun orang itu .

melihat orang lain seperti kita melihat diri kita sendiri,dengan begitu kita tidak akan mudah menghakimi orang lain.hidup hanya sekali,semua perbuatan kita akan dikecapa oleh banyak orang lain.dimana kematian itu datang,apakah hidup kita itu bisa menjadi warisan bagi orang yang kita tinggalkan.? apakah justru ,banyak orang bersyukur dg hilangnya kita dimuka bumi ini ?

ketulusan hanya dapat diuji melalui waktu,karena saat masalah datang terhadap diri kita dan bagaimana reaksi kita untuk merespon disitulah orang akan melihat,siapakah kita....

karena ketulusan datangnya dari hati yang selalu memberikan pengorbanan...

Re: Dengarlah curhatku. .

PostPosted:15 Mar 2018, 06:53
by wien
Hi little star ✋🏻misss youu..

Eh, maaf Indria, menyapa little star di tulisan kamu..

Aku sependapat dg little star.. Berteman & memaafkan ok, tp memberi kepercayaan nanti dulu. Tp klo pertemanan memberi dampak buruk, jaga jarak aza.

Apapun yg kita lakukan, apakah perbuatan baik atau buruk, pasti ada orang yg mengomentari dan terkadang bicara manis di dpn, tp merusak nama kita di belakang.
Yg penting kita berbuat & berbicara secara lisan & tulisan dg baik, tdk menyakiti org lain.

Klo kita tau teman itu tdk tulus, ya biarin aza, jaga sikap & jarak aza. Sapa tau Tuhan mengantarkan kita ke dia spy dia belajar dr kita ttg ketulusan 😊

Re: Dengarlah curhatku. .

PostPosted:19 Mar 2018, 07:54
by little star
miss u too wien <3 <3