Diskusi untuk para orang tua yang memiliki putra-putri dengan kemungkinan positif indigo.
#6143
Apa itu periode golden age?

Golden age merupakan suatu masa dimana otak bayi mengalami perkembangan yang sangat pesat. Periode tersebut terjadi saat balita berada dalam rentang usia 0-24 bulan, beberapa sumber menyatakan dari 0 s.d 1000 hari. Dikatakan periode golden age karena pada usia tersebut otak bayi seperti sebuah kanvas putih kosong yang menyerap 100% informasi yang diterima olehnya, baik informasi yang diberikan secara sadar oleh orang sekelilingnya, maupun informasi yang tertangkap oleh bayi tanpa disengaja pada periode tsb.
Semua bentuk informasi yang diterima bayi pada periode itu direkam secara permanen, menjadi cetakan dasar dalam merespons lingkungannya di kemudian hari.

Artikel kesehatan sudah banyak yang membahas tentang periode golden age pada bayi ini, dengan berbagai saran untuk mengoptimalkan periode tsb. Saya tidak akan membahasnya disini. Silakan googling untuk informasi lebih lanjut.

Yang menjadi pikiran saya adalah, bagaimana jika bayi dalam periode tsb secara tidak sengaja merekam informasi kurang baik?
Misalnya, seorang bayi secara tidak sengaja menonton:
* seseorang yang oleh karena satu dan lain hal, gak mampu menahan emosi dan marah dgn gaya marahnya yang khas, misal meninju tembok.
* reaksi seseorang yang saat dimarahin orang lain, menggigit bibir bawahnya dalam2 ?
* dan macam2 tingkah laku otomatis orang dewasa yang kurang baik.

Mungkinkah saat usia balita sebelum 5 tahun (mumpung memorinya baru tercetak), ingatan kurang baik ini dihapus / digantikan dengan cetakan yang baik?

Ada yang sudah mencoba? Silakan sharing
#6162
Menurut artikel yang pernah aku baca, kebetulan ditulis oleh seorang ahli hypnotherapy Adi W. Gunawan, silahkan googling ke website beliau dengan kata kunci nama beliau.

Dia pernah mengatakan bahwa, pola pikir manusia, maupun mental block dari seseorang bisa dirubah dengan mengakses ke alam bawah sadar seseorang tersebut, tentunya harus dengan kerjasama dan kesediaan si pasien.

Katanya lagi, sejak masih dalam kandungan usia 2 bulan, janin mulai merekam semua hal yang dia dengar dari dalam. Karena dia pernah mengakses seseorang yang mengalami mental block untuk kejadian tertentu sewaktu masih di dalam perut ibunya.
#6179
Gampang2 susah sebenernya. Kalo untuk anak usia dibawah 5 tahun masih memungkinkan untuk dirubah krn bagaimanapun mereka masih dalam tahap menyerap. Mereka masih dalam taraf imitation. Jd apapun yg mereka liat dan dengar itu yang mereka lakukan. Jd kalo untuk merubah yg paling bisa dilakukan adalah dengan merubah lingkungan. Orang tuanya berubah ataupun lingkaran dalam dimana setiap hari sang anak bersinggungan. Krn bagaimanapun kebiasaan yg dilakukan akhirnya akan menjadi kharakter.
Kalo kita bicara ttg merubah manusia berusia diatas 30 tahun, baru itu susah. Krn kebanyakan kebiasaan2 sudah mengakar menjadi karakter. Sifat.
Makanya jg dibilang golden age krn masa itu adalah masa valuable untuk diisi dengan values. Dan seperti sifat emas dmn emas itu lunak, dan gampang dibentuk.
#6180
Nambah dikit, berdasarkan pengalaman sm anak2 didik dibawah usia 5 tahun. Saat mereka dirumah dibiasakan ngomong teriak2, sementara disekolah kita selalu mengingatkan untuk bicara baik dengan volume suara dalam ruangan, mereka lama2 akan berubah. Tp memang harus konsisten mengingatkannya. Terus menerus sampai dia berubah. It works sih biasanya.
#6204
Yep... sebetulnya peribahasa 'buah ngga jatuh jauh dr pohonnya' banyak benarnya jg. Kalo secara genetik cacat misalkan, bapaknya cacat, anaknya belom tentu cacat. Tp kalo secara sifat, karakter, kalo bapaknya rampok kemungkinan besar anaknya jg jd rampok. Bukan krn apa2 tp krn value yang ditanamkan. Kalo anaknya dr orok sampe gede diajarin bahwa ngerampok itu benar dan baik dan dia ngga pernah keluar dr lingkungan itu, ngga pernah dpt masukan lain, ngga ada perbandingan, ya alhasil dia jg akan nganggap ngerampok itu benar dan baik. Jd genetik itu paling 0,1% pengaruhnya, sisanya itu didikan lingkungan, baik keluarga maupun luar tp terutama keluarga.
#6223
Thanks buat masukan kak anja dan lifin.

Jadi ingat dulu waktu remaja pernah ngomong ke bapakku peribahasa "buah jatuh gak jauh dari pohonnya", aih langsung diomelin abis2an (-_-')

Padahal memang banyak benernya, sifat baik dan buruk tercetak. Tindakan ortu adalah teladan bagi anak2nya. Kebanyakan ortu bangga klo sikap positif anaknya dipuji2 karena didikan ortu, tapi hanya beberapa ortu saja yg bisa menerima bahwa sikap negatif anaknya berakar dari sikap ortunya juga.
#6225
Tanya bu guru anja, bagaimana mendidik balita menyalurkan emosi amarahnya?
Dulu anak saya umur setahunan, klo marah banget, kedua telapak tangan dikepal kuat2, giginya digigit atas dan bawah sampe bunyi kemeretak2, muka merah padam. Serem banget takut dia gigit lidahnya sendiri. Eh, setelah dua tahunan, tangan gak dikepal lagi tapi nyambar barang, haduh porak poranda seisi rumah :duh
#6229
Pengalaman disekolah beberapa kali ngadepin yang model begitu biasanya aku peluk, Koh. Aku peluk erat2 sambil dipangku sambil chanting gitu "its okay, its okay, calm down, i love you, everybody loves you, you dont have to do this, youre a good boy/girl." kalo udah agak tenangan nanti paling aku usap2 punggungnya, kepalanya, lalu ksih minum air dan cuci muka. Seneng banget saat dia udah tenang tetiba nengok ke kita trus bilang, i love you, anjani. Hihihi. Tp ya kudu pasang bodi jg, siap kena gebuk kena tendang. Makanya peluknya rapet biar dia ngga ada celah mukul atau apa. Tp kalo kasusnya seperti anaknya Koh Jun, biasanya kita tuju ke actionnya, kalo dia kepal tangan kita ambil tangannya trus kita usap2, selusupin 1 jari kedalem kepalannya supaya kendur, sama jg usap2 aja mulutnya, pipi, rahang, kalo perlu pencet idungnya sebentar2 supaya di buka mulutnya, pas lagi ngebuka masukin deh mainan yg plastik isi gel yg buat ngerangsang tumbuh gigi itu. Kan seenggaknya aman, ngga beradu gigi atau gigit lidah. Dan jangan lupa selalu tekankan bahwa kita sayang dia. Krn sebetulnya itu yg bakal nenangin. Bahasa cinta kan melampaui seluruh indera heheheh *sotoy, pasti tersampaikan. Jgn malahan kitanya panik trus kita paksa2 tuh anak, nanti malah tambah kenceng. Kitanya kudu jejek gitu.