Di forum ini kamu dapat ikut serta memecahkan masalah yang menjadi pilihan dari Admin dan Moderator KI. Dapat dihitung sebagai kontribusi kita sebagai Indigo untuk Nusantara.
#5958
Kenapa harus diatasi kesensitifannya? I mean, that is what makes indigo, what they are. Mungkin lebih tepatnya bagaimana menyalurkan kesensitifan kali ya. Supaya manfaat.
Kenapa bukan dikontrol? Karena seberapa keras pun berusaha, manusia ngga akan benar2 bisa mengontrol sesuatu yang exist bahkan bukan karena keinginan sendiri.
Gimana cara menyalurkannya? Tergantung dr bentuk kesensitifannya itu sendiri. Misalkan bisa menyerap sakit orang lain, gmn cara nyalurinnya? Tolong orang yg sakit dan cari cara supaya sakit yg terserap bisa terbuang lg keluar dan ngga malah menyakiti diri sendiri. Kalo gw biasanya salurin semua ke telapak tangan lalu peperin ke lantai/tembok dan bukan ke makhluk hidup lain.
#5967
anjaniey wrote: Misalkan bisa menyerap sakit orang lain, gmn cara nyalurinnya? Tolong orang yg sakit dan cari cara supaya sakit yg terserap bisa terbuang lg keluar dan ngga malah menyakiti diri sendiri. Kalo gw biasanya salurin semua ke telapak tangan lalu peperin ke lantai/tembok dan bukan ke makhluk hidup lain.
Seorg penyembuh tentu saja gak mau ketempelan/kecipratan penyakit pasien kan,..
Jadi, kalo mau betul betul bersih, setelah penyembuhan sperti itu,.: Cuci tangan dgn sabun.(walau sifatnya metafisik,.namun kita tetap harus cuci tangan dgn sabun setelahnya..terserah,. sabun colek juga bisa,..yg terbaik sabun yg mengandung antiseptik)
Kujamin deh, nda usah kuatir dan was was.
#6650
hexasana wrote:
Lifin88 wrote: Nah.. Untuk memperjelas kata sensitif ini, aku ksh contoh:
1. Untuk kategori sakit, misalnya, kebetulan di dekat kita ada yang sedang sakit kepala akut, sakit perut, nyeri tulang, dlsb. Sewaktu orang tersebut belum ada di dekat, kita merasa badan kita sangat fit, gak lama kemudian, ada seseorang yang masuk, dan mendadak kita menderita sakit, dan seseorang itu pun tiba2 menceritakan bahwasan nya dia sedang sakit, dan sakit itu persis sama seperti yang kita alami. Biasanya untuk kasus seperti ini, ada yang langsung turun tangan membantu untuk menghilangkan sakit (bila sakit ringan tentu bisa langsung dibantu), ada juga yang memilih untuk menjauh. (Ada yang menjauhi mall, rumah sakit, dan tempat umum lain nya untuk menghindar dari menyerap penyakit orang)

2. Untuk kategori alam, misalnya ketika akan terjadi bencana alam seperti gunung meletus, gempa dlsb, tubuh orang tersebut akan merasa seperti diobok, merasakan kesusahan, dan ternyata beberapa hari kemudian muncul di berita bahwa terjadI bencana. (Contoh ini diambil berdasarkan cerita dari orang yang pernah mengalami nya )
Sejujurnya aja yah,..Terus terang nich, utk kasus2 spt 2 point diatas tsb Memang itu terjadi secara Metafisik..Namun hal itu adlh "Something Wrong".
Jadi org yg betul2 sensitif /peka panca indera metafisiknya itu gak seperti itu dan gak akan seperti itu.,..kecuali something wrong seperti itu lah.
Contonya yg mirip nih: Kasus stigmata.
- Stigmata itu memang berasal dari metafisik,..dan ini ku anggap sebagai sesuatu yg something wrong.
Terus terang aja , hal itu kusebut sebagai santet scr keagamaan.,..Dlm artian ada intervensi mhlk astral membuat fenomena seperti itu. Dan bukan berarti yg mengalami stigmata itu peka/sensitif. Dan jauh disebut sakti.(org sakti gak bakalan mudah sakit dan gampang sakit).
Dan itulah sesungguhnya yg terjadi di metafisik.

Penjelasan Rasional nya seperti ini aja deh,.Secara Logika,.apa iya Yesus itu ingin umat nya yg sehat, segar bugar tiba2 sakit sakitan spt itu.?
Malahan justru itu dianggap sbg sensasi keberkahan.?
Jika org sedang sehat secara lahir bathin,.dan juga fit,..maka org itu bisa berfikir secara jernih utk mencerna kejadian spt itu. Pemikiran dan Renungan yg sangat mendalam,.secara akal logika aja deh. Dan gak perlu memasuki metafisik.

Khusus utk point ke 2 nih yah,..Itu disebut Tingkatan Menyatu dgn Alam.
Bukan berarti org yg mencapai tingkat tsb akan sakit sakitan jika akan terjadi bencana alam.
Juga gak cuman bencana alam,.bahkan fenomena perubahan iklim, suhu,.beberapa getaran dari efek lintasan meteor/komet...bahkan getaran2 di dalam galaksi itu sendiri akan bisa dirasakan dan diliat...itu bagi yg sudah mencapai tingkat menyatu dgn alam.
Bukan lantas sakit...Namun justru kondisi tubuhnya sangat fit ,.dgn kepekaan dan sensitifitas indera yg sgt luar biasa.

Jadi terus terang ajah nih,..jika org sehat lantas tiba2 sakit,.mnrtku itu something wrong.
Cara apa yang dipakai momod Hexana untuk meningkatkan immun? Dan bekal seperti apa yang dimaksud?
Bekal itu adalah:
- 1. Energi /power yg cukup besar.
- 2. Perbendaharaan/wawasan yg luas ttg penyakit dari metafisik,..dan jg kalo bisa penyakit fisik/medis.
- 3. Tehnik yg memadai utk mengolah power,.sehingga bisa bermanfaat buat diri sendiri dulu...shg mampu memerintah immun dalam diri sendiri.
(ini bisa disebut menyelam kedalam diri sendiri).
wah akang pake hukum kekekalan energi yah :D
#6670
Satu Titik wrote:
wah akang pake hukum kekekalan energi yah :D
Bisa dikatakan seperti itulah...
Hampir bisa dibilang sama ,.suatu hukum kekekalan energi einstein dgn yg ada di metafisik.
Namun,...Ada perbedaan yg sangat Mendasar mengenai Energi di metafisik.:
- Energi yg ada di metafisik itu Sangat BERANEKA RAGAM JENISNYA. dan ini secara otomatis akan berkaitan dgn powernya juga.
Sbg conto,.: Apa yg bisa dilakukan org seseorg yg ber Energi, belon tentu bisa dilakukan oleh org lain yg ber Energi juga.
Krn suatu Energi itu mempunyai "intisari."..istilah kasarnya BEDA BEDA TEPUNG nya.

Aku coba pertajam contonya dikiit:
- Seseorg mempunyai energi dgn kuantitas nya 1 galon, namun tepungnya KW3.
Dia gak akan bisa melakukan sesuatu yg dilakukan oleh org lain yg mempunyai Tepung KW1, walaupun kuantitasnya hanya 1 gelas sloki.

Jadi,.Di metafisik, Grade/Tepung/intisari dari Energi yg dimiliki seseorg itu sgt menentukan apa yg bisa diperbuat scr astral.
#6724
Hai..semua...
Wah...saya tidak begitu paham mengenai teori energi.....

Saya hanya merasakan sensitifitas energi itu sesuai dengan situasi dan kondisi.
Yg paling "menyiksa" ketika sakit.... Semakin sensitif.

Yang saya rasakan, bahwa Gelombang energi manusia, energi makhluk astral dan gelombang energi alam memiliki perbedaan.

Gelombang energi manusia, misal ketika saya ngerokin dan mijitin... Atau "netralisir" energi negatif, hanya dikumpulkan di telapakan dan punggung tangan, biasanya punggung tangan sampe merah karena panas, setelah itu dilepaskan ke alam atau di salurkan ke lantai.

Gelombang energi Astral, bagi saya gelombang astral biasanya "nyelekit" dan terkadang jika energinya kuat dan besar, saya pasti panas mulai dari telapak tangan, lalu di sekitar kepala sampai telinga ikutan panas, diikuti mual dan pusink2... Utk netralisir biasanya "cuci muka dan doa" setelah itu minum teh hangat...baru deh "perang". Karena mungkin kaget dgn energinya. Tapi setelah dinetralin...yah mau sebesar apa energi astralnya dah ga terlalu berpengaruh ke fisik.

Gelombang energi Alam, ada dua jenis gelombang energi dari alam....
Yg pertama itu untuk " ngecas", jika saya letih badan dan penat saya paling suka mengambil energi alam pada saat mentari mulai muncul dan energi pohon (harum embun) atau setelah hujan di taman2 yg banyak pohon. Jika saya sedang sakit, saya mengambil energi dari panas matahari dan membuat sakit saya sedikit "lupa dan berkurang".

Yg kedua, gelombang energi alam sebagai petunjuk akan terjadi sesuatu hal...baik berhubungan dengan alam (bencana alam) dan berhubungan dengan petunjuk utk masalah sisi kehidupan (bintang jatuh).

Saya paling parno kalo terjadi bencana gempa bumi, gempanya dimana.... Yg goyang saya... Tpi kadang suka lupa, kalo pas goyang.... Seperti beberapa wktu lalu, gempa nepal. pas di kantor, saya dilantai 2 lalu tiba2 goyang dan berpikir bahwa lantainya rusak dan goyang2....hadehhhh.....

Biasanya saya goyang dlu...kemudian menyusul gempanya....
Dan kemarin lusa, saya melihat " awan berarak" tanda alam akan ada yg "meninggal". Sebelumnya telah di "intip" bahwa dalam waktu dekat akan ada "seleb" meninggal....hal ini setelah meninggalnya Alm. Mpo Nori....yaitu Alm. Didi Petet.

Terkadang hewan pun mengeluarkan energinya bila akan terjadi sesuatu....atau benda2 mati pun bisa jadi "pertanda" dan mengeluarkan energi.

Nah itulah kisah saya dan energi.... Begitulah saya merasakannya....