Di forum ini kamu dapat ikut serta memecahkan masalah yang menjadi pilihan dari Admin dan Moderator KI. Dapat dihitung sebagai kontribusi kita sebagai Indigo untuk Nusantara.
By teahangat
#5865
Dua iklan di KI yang dihapus oleh momod adalah iklan obat aborsi. Kita tidak akan menyalahkan atau membenarkan langkah aborsi. Kali ini kita akan membahas tentang aborsi dari sudut pandang metafisika, sesuai keahlian indigo. Baik yang pernah dilihat sendiri atau pengalaman teman. Siapa tahu kita bisa menyelamatkan satu jiwa dengan share kisah. Sudah jamak di jalan-jalan atau koran di negeri kita yang iklan jasa aborsi.


Nb: Tiap mahluk hidup punya cara masing- masing bertahan hidup.
By Lifin88
#5880
Keep tempat dulu, kebetulan ada cerita mengenai aborsi, nanti ada waktu luang baru ketik... :-))

Inti ny say no to abortion
By Lifin88
#5894
Cerita ini sedikit panjang, tetapi mohon untuk dibaca sampai selesai. Thanks :salaman

Tangis Pilu Roh Janin

Masih teringat dahulu tatkala saya membantu orang meramal, saya sudah bisa memastikan ‘berapa jumlah anak yang pernah digugurkan’, dengan melihat ‘bayangan darah’ yang ada di badan sang perempuan, yang identik dengan adanya berapa kehidupan si kecil dalam ‘bayangan darah’ tersebut, dan angka ini tak pernah meleset satupun…

Semenjak delapan tahun silam, pada suatu kesempatan yang kebetulan, saya dari dunia fundamental ketiga, berkontak dengan fundamental keempat yang menakjubkan. Saat itu, saya terperanjat oleh penglihatan sendiri. Pandangan saya berubah total 360 derajat. Sebenarnya saya malas membicarakan hal yang sulit dimengerti ini. Alasan pertama, meski saya katakan, tetapi tak akan ada yang percaya. Alasan kedua, saya berharap diri saya ini adalah orang awam layaknya, agar tidak perlu selalu menerima padangan curiga dari orang lain, bahkan kehidupan tatkala menjadi unik begini, para tamu yang datang berkunjung sangatlah banyak, sampai-sampai tidak sempat makan dan tidur.

Meski demikian ada satu temuan yang terpaksa harus saya katakan, yaitu saat saya melihat perempuan di jaman sekarang ,selain berpakaian indah dan beraksesoris, masih didapati tembusan bayangan darah yang merah segar. Tidak hanya ada pada kaum perempuan, begitu pula dengan sang gadis. Bayangan sinar merah segar itu bila dicermati, merupakan darah, di tengah-tengah darah tampak roh abnormal yang masih belum terbentuk. Ada perempuan yang tidak hanya memiliki satu bayangan, malah memiliki beberapa. Oleh karena sinar arwah itu putih, sementara warna bayangan darah itu merah, mudah sekali dikenali. Jumlah bayangan merah sama dengan banyaknya roh putih tiada berselisih.

Di suatu senja, saya melewati jalan X di Taichung. Mentari memproyeksi sinarnya ke sebuah rumah sakit bersalin, sehingga bangunan tersebut tampak megah cemerlang. Di atas gereja seberang rumah sakit ada tanda salib.

Begitu saya menengadahkan kepala, lalu melihat salib dan dibawah salib, terlihat segumpal besar bayangan darah mengapung di atas rumah sakit bersalin tersebut, seluas sebuah kolam besar. Mulut saya ternganga, tercengang karena terkejut. Saya sama sekali tidak menduga, diatas rumah sakit bersalin mengapung sekolam bayangan darah. Yang lebih mencengangkan lagi adalah banyak sekali roh-roh kecil yang abnormal berada di tengah-tengah kolam itu. Ada yang cacat, bergumpal menjadi sebuah bulatan, laksana ulat putih berbulu, bergerak-gerak di kolam darah. Sangat mengerikan, membuat bulu kuduk bergidik.

Kolam darah itu laksana senja di cakrawala, merah dan berat. Kepala saya menjadi sedikit pusing, setelah cukup lama melihatnya terasa ingin muntah. Ada semacam bau amis yang menyerbu hidung, sungguh tak tertahankan.

Tepat saat itu, seorang perempuan ang saya kenal keluar dari pintu kecil rumah bersalin yang dikelilingi oleh tembok. Dia bermarga Cai, dua tahun yang lalu ia pernah meminta saya meramal. Di badannya tertempel seberkas sinar darah (sinar darah yang tak dapat dilihat orang awam). Ketika mengangkat kepala dan melihat saya, dia tampak sedikit tersipu.
“Aa… Tuan Lu.”

“Yang keempat, bukan?” Saya terus terang menanyakannya. Karena dua tahun yang lalu, saat ia mendatangi saya, saya pernah langsung dan tegas mengatakan sudah yang ketiga kalinya. Kini saya melihat empat buah roh putih kecil yang tertempel di sinar darah, itu pastilah yang keempat.

Dia mengangguk, agak malu.

“Sebaiknya Anda jaga kesehatan. Jangan merusak diri sendiri.”

“Saya merasa hidup ini tidak bermakna.”

Dulu Anda meramalkan saya akan memiliki 5 orang anak, berarti sekarang hanya tinggal satu,” kata Nona Cai.

“Oleh karena itu, baik-baiklah menjaganya!”

“Saya menduga diri saya terserang penyakit tumor. Seluruh badan tak bertenaga, pusing, pucat, lemas, tidak bernafsu makan, pencernaan juga tidak baik, berdebar ketakutan, telapak tangan berkeringat, jantung berdetak cepat tanpa sebab, manalagi terserang influensa. Bila tidak berdandan, saya akan tampak seperti setan.”

“Anda bukan mengidap penyakit tumor. Nona Cai, dengarkan nasihat saya, kembalilah ke daerah utara. Di sana Anda bisa memperoleh segalanya.”
Rumah Nona Cai di utara, namun ia mengembara seorang diri di daerah tengah.

Pesan saya, “Sesampainya di rumah, banyaklah menjapa nama Buddha dan bertobat atas segalanya.”

“Lebih baik saya mendengar nasihat Anda,” jawab Nona Cai.
Teringat dulu saat saya masih membantu orang meramal, begitu melihat ‘bayangan darah’ yang ada di tubuh sang wanita, dan melihat jumlah nyawa kecil di tengahnya, saya dapat memastikan ‘seberapa banyak anak yang telah digugurkan’. Angka ini tak pernah meleset.

Dulu saat Nona Cai menemui saya, dengan pasti saya mengatakan tiga nyawa kecil yang telah digugurkan. Dia sempat terkejut lalu mengangguk mengiyakan. Saat itu juga saya menasihati dirinya agar tidak mengembara. Pulanglah! Keluarga Anda masih tetap membentangkan tangan menyambut kepulangan Anda.

Nona Cai yang masih berdiri di hadapan saya, mengeluarkan selembar koran lama, yang memuat ‘Berita Mencari Orang’ dari kedua orang tuanya. Mereka mengharapkan kepulangannya untuk berkumpul kembali.

Mengenai ‘aborsi’ ini, saya pernah mengkonsultasikan dengan seorang teman baik saya yang berprofesi sebagai ahli kandungan dan berpraktek di daerah selatan.

Menurut dia, “Masalah ini tidak ada solusinya. Kami hanyalah dokter yang dibayar oleh pasien untuk melakukan hal sesuai permintaan si pasien. Apalagi hal ini sudah sangat umum. Meski hal ini secara moral dan intuisi menjadi hal yang dipertanyakan, kita anggap saja telah membantu orang mengatasi masalah. Kini, menanggapi tata hukum negara di seluruh dunia, ada yang pro dan ada yang kontra. Kita lebih konservatif, tentunya tidak diperkenankan.”
Tambahnya, “Bagi ahli kandungan yang ingin meraup keuntungan, usahanya bisa jaya hanya dengan menempuh cara ini.”

Saya menjadi sedih lantaran masalah ini. Kehidupan di dunia ini semakin kian membingungkan dan tidak berdaya, jalan mana yang akan ditempuh oleh sekelompok roh yang masih kecil ini? Trus membuntuti Ibu mereka, selamanya menempeli tubuhnya. Bereinkarnasi ataukah berkelana ke segala penjuru, menambah prana kejahatan serta kegarangan dunia ini. Sementara kebanyakan perempuan kesehatannya lemah. Bukankah ada sebabnya?

(Sangat berterimakasih pada Nona Cai yang mengikuti nasihat saya. Ia kembali ke daerah utara, lalu menikah dengan seorang pegawai negeri. Akhir-akhir ini melahirkan seorang anak laki-laki montok. Kini mereka tinggal di Ban Jiao, melewati hidup dengan bahagia.)
By Lifin88
#5895
Jangan Sakiti Nyawa Janin
Oleh Dharmaraja Lian Sheng
Sumber: buku Manifestasi Neraka
Pernah seseorang bertanya pada saya, "Bagaimana dengan anak haram?"

Saya menjawab, "Anak haram juga manusia."
Banyak orang tidak tahu betapa berharganya sebuah janin. Mereka mengira janin yang belum lahir itu belum bernyawa, lalu sesuka hati melukainya atau membunuhnya. Padahal mencelakakan darah daging yang belum terlahir sungguh berat dosanya!
Saya mohon, jangan menggugurkan kandungan!

Karena nyawa manusia tidak mudah diperoleh, lagi pula manusia tidak berhak membunuh janin atau menyakiti janin.

Wanita hamil tidak berhak menggugurkan kandungan.

Dokter juga tidak berhak menggugurkan kandungan.

Meski ada pemerintah yang membenarkan tindakan aborsi, namun dari kalangan umat agama, kita menentang keras tindakan aborsi.
Menurut pandangan Saya, walau berada di kondisi terburuk sekalipun, seorang wanita hamil tetap tidak diperkenankan untuk membunuh nyawa yang tidak berdosa.


Ada juga dokter yang berasumsi, jika membiarkan janin yang cacat (atau yang mengidap penyakit ganas, atau yang mengidap penyakit yang mematikan ataupun yang berpenyakit keturunan) terlahir, maka dikhawatirkan akan memboroskan sumber daya masyarakat.
Lalu bagaimana? Digugurkan atau tidak?

Saya tetap tegaskan, 'Tidak!'


***

Di alam baka Saya melihat banyak sekali 'arwah janin' berkumpul dan meratap di hadapan Raja Yama.

Raja Yama berkata pada para 'arwah janin', 'Umat manusia gelap mata, seenaknya menggugurkan kandungan dan tidak menghargai nyawa janin. Untuk kesenangan sesaat, lalu mengelak dari tanggungjawab membesarkan anak. Kini Saya memberi amanat agar kalian menempel di tubuh orang tua kalian, cari kesempatan untuk menebus nyawa kalian.'

Hasil sidang Raja Yama ini membuat hati-Ku risau dan prihatin.

Saya mengetahui sebuah kasus. Seorang wanita menggugurkan dua nyawa janin.

Kedua janin ini menempel di tubuh sang ibu dan tumbuh sebagai dua buah 'tumor leher rahim'.


Wanita ini datang memohon kepada Saya.

Saya tahu bahwa ini adalah pembalasan karma. Saya menganjurkan agar ia mempersemayamkan altar 'arwah janin' di Vila Pelangi, juga mengajarkannya Mantra Sapta Buddha Pengikis Dosa supaya ia rutin melafalkannya dengan sepenuh hati.

Kemudian Saya menelusuri perkembangan kedua 'tumor' itu. Mereka lambat laun menyusut dan akhirnya menghilang tanpa jejak!

Kasus semacam ini sering terjadi.

Saya menyadari suatu hal bahwa tumor jinak atau tumor ganas yang tiba-tiba tumbuh di tubuh manusia erat kaitannya dengan 'arwah janin'.
Pernah seseorang bertanya pada Saya, 'Bagaimana dengan anak haram?'
Saya menjawab, 'Anak haram juga manusia.'
Banyak orang tidak tahu betapa berharganya sebuah janin. Mereka mengira janin yang belum lahir itu belum bernyawa, lalu sesuka hati melukainya atau membunuhnya. Padahal, mencelakakan darah daging yang belum terlahir sungguh berat dosanya!

***

Di alam baka, Saya menyaksikan dengan mata kepala sendiri, arwah janin yang berkumpul bagaikan air bah yang bergemuruh menuntut ganti nyawa. Isak tangis mereka bergema menggetarkan langit, sungguh menakutkan.

Sementara umat manusia tidak sadar bahwa nyawanya terancam. Banyak orang merasa sangat resah dan ketakutan karena tubuhnya tumbuh tumor. Mereka tidak tahu penyebabnya, namun Saya tahu itu merupakan pembalasan dari arwah janin.

Tentu saja, tidak semua kasus penyakit tumor disebabkan oleh arwah janin. Yang jelas, kasus penyakit tumor yang disebabkan oleh arwah janin itu memang banyak sekali!

Saya mengubah Vila Pelangi menjadi 'Vila Arwah Janin', tujuan utamanya demi meredakan kebencian arwah janin yang terlantar.

Ada yang mengatakan Saya itu takhyul.

Saya terbahak-bahak mendengarnya. Dunia ini memang penuh dengan teka-teki, percaya atau tidak, begitu kedapatan mengidap tumor, yang bersangkutan akan semakin kebingungan.

Pertanyaan Saya buat sidang pembaca:
Dalam kehidupan manusia terdapat banyak bencana, banyak hal terjadi di luar kehendak, banyak masalah, banyak kesulitan...
Mengapa demikian? Siapakah yang dapat menjawab pertanyaan Saya ini?
By Lifin88
#5896
Kedua artikel di atas sedikit mengandung tentang buddhisme, no sara ya, ambil sisi positif nya. hukum sebab akibat pasti berlaku adil.
By Lifin88
#5933
Junabel wrote:Lifin, thanks artikelnya bagus.
Mungkin ko jun bisa sedikit sharing tentang pengetahuan nya mengenai aborsi? :-))
By Junabel
#5934
nanti bosen yg baca Lifin, kepanjangan. soalnya koko ini klo nulis tuh susah cari padanan kata yg pendek. :malu

Coba merangkai pesan pendek :

Buat wanita jangan aborsi. Aborsi sama dengan membunuh nyawa tak berdosa, bahkan walaupun kata dokter janin belum berbentuk sempurna.

Saya tau bahwa ada keyakinan yg menyebutkan bahwa anak yang meninggal sebelum dilahirkan langsung masuk surga.
Walaupun demikian, tanpa mengesampingkan kemungkinan tsb, ada baiknya orang tua memperhatikan pesan ttg aborsi.

Buat orang tua, yang oleh karena kondisi kesehatan dsb, pernah keguguran, atau pernah aborsi, baik sengaja maupun tidak sengaja, tolong pertama2 bertobat mohon ampun kepada Yang Maha Kuasa atas dosa berat ini.

Langkah berikutnya mencari sebuah nama utk calon dedek bayi yang tidak jadi lahir ke dunia secara daging. Mereka ini walaupun tidak lahir di dunia, rohnya ada tetapi sakit, tidak bertumbuh.

Orang tua harus mengakui calon anaknya, memberi mereka nama selayaknya anak yg lahir secara daging. Kemudian merangkul anak itu sebagai bagian dari keluarga mereka.

Orang tua mesti terbuka memberi tahu anak2nya yg lain yg beruntung hidup di dunia bahwa pernah punya adek atau kakak atau abang "sebuah nama" yg tidak sempat lahir ke dunia.

Orang tua mesti mendoakan anaknya ini, yg di dalam dunia roh, dengan curahan cinta kasih yg sama besarnya dengan curahan cinta kepada anak2 lain yg hidup di dunia. Mereka yg disana sangat membutuhkan <3 cinta kalian.

Walaupun belum pernah menangani kasus spt tumor pada ibu/orang tua yg dicopas oleh sdri Lifin, pernah ada kasus kemalangan/kesusahan yg menimpa sebuah keluarga klo dilihat spt gak ada hub dengan hal diatas, tetapi setelah "dipegang", maka nasihat diatas pantaslah didengar.

Ceritanya kapan2 aja... (udah kepanjangan)
Last edited by Junabel on 18 Apr 2015, 13:54, edited 2 times in total.
By Lifin88
#5935
Junabel wrote:nanti bosen yg baca Lifin, kepanjangan. soalnya koko ini klo nulis tuh susah cari padanan kata yg pendek. :malu
gpp ko... gak bakal bosen... :-)) artikel yang aku post juga panjang kok :005: