Di forum ini kamu dapat ikut serta memecahkan masalah yang menjadi pilihan dari Admin dan Moderator KI. Dapat dihitung sebagai kontribusi kita sebagai Indigo untuk Nusantara.
By Admin
#6598
Pasal berlapis dikenakan untuk Pelaku aborsi, dan sleamat kita kembali ke jaman kegelapan,

dimana Nyawa Manusia / Bayi dianggap pembawa sial jika itu anak yang A, B, C, D, bisa bikin sial, malu atau dll sehingga harus dibunuh :019:
By teahangat
#6628
@all: Gimana kalau ortu tidak bisa melakukan langkah2 pertobatan tersebut karena hal2 tertentu? Misalnya sudah meninggal atau sebab lain. Bisakah saudara ortu atau adik dari janin itu yang mengambil tanggungjawab tersebut?
By dawnsky
#6646
Aku Pro-Life, tapi ada issue nih, kalau anak yang dikandung hasil perkosaan?
Akan jadi tekanan juga buat ibunya,karena mengandung anak yang tidak diinginkan (janin si pemerkosa). Ga mungkin dia harus mengalami kehamilan yang awal mulanya pun traumatik.



teman2 ada solusi gak? sejauh ini solusi dari pemerintah korban pemerkosaan diperbolehkan aborsi sebelum 40hr,jadi korban harus segera melapor dan menindak lanjut.
By yoseph80
#6652
Pertanyaan yg baik bro dawnsky....

Adalah benar dan fakta bahwa wanita korban perkosaan tidak mengharapkan kehamilan hasil pemerkosaan.
Saya berpikir bahwa ada 3 hal yg perlu dipertimbangkan supaya korban tidak mengaborsi janinnya, yaitu :

1. Hukum, Penuntasan dan pengadilan oleh pihak terkait memberikan rasa keadilan kepada korban.
Dan sudah seharusnya merevisi hukum perihal memperkosa untuk mendapatkan hukuman seberat2nya, maksimal hukuman seumur hidup dan denda materiil sebesar2nya, Mengapa? Hukuman seumur hidup kepada pelaku dikarenakan Jika si korban hamil dan korban tdk dpt menerimanya, maka aborsi adlh pilihannya. Sudah jelas bahwa aborsi merupakan tindakan menghilangkan kehidupan.
Hukuman tersebut didasarkan kepada pelaku dengan sengaja melakukan tindakan kekerasan, pemaksaan, pemerkosaan dan mengakibatkan kehamilan terhadap si korban yg memungkinkan adanya keputusan dan tindakan aborsi (pembunuhan) janin dari pihak korban.

Denda materiil utk apa? Denda digunakan utk biaya pengobatan psikologis, biaya kehamilan, biaya persalinan dan biaya mengasuh anak sampai usia 17 th dimana anak sudah bisa mencari nafkah secara legal.
Dan apabila si pelaku tidak sanggup membayar, maka masa hukuman diwajibkan ditambah 17 thn penjara.

2. Psikologi, Harga diri dan Masa depan seorang korban pemerkosaan dirampas paksa. Tentunya beban Psikologis yg ditanggungnya teramat berat. Dibutuhkan perawatan dan terapi mental yg berkelanjutan dan di dalam pengawasan ahlinya.
Penerimaan diri si korban terhadap keluarga, kerabat, sahabat, teman, tetangga dan lingkungan merupakan tanggungjawab psikiater. Dan utk biaya Psikiater, Pemerintahlah yg seharusnya menyediakan sarana psikiater melalui kementrian pemberdayaan wanita dan sosial.

3. Rohani, Kerohanian seorang korban perlu dibina, supaya korban dapat menerima apa yg sudah terjadi terhadap dirinya, dapat memaafkan si pelaku dan si korban mampu menatap masa depan yg sesungguhnya masih ada.


Note :
Menurut pemikiran saya, Hukumlah (seperti yg sdh disebutkan) yg seharusnya memberikan rasa keadilan dan kemanusiaan yg sangat urgensi utk diterapkan kepada si pelaku pemerkosaan.
By teahangat
#7112
Tadi pagi aku mau memasak sayur bobor(cek google tuk penampakannya..hihi). Salah satu sayur yang dipakai adalah daun kemangi. Aku jadi teringat salah penjual yang bilang doa pernah melihat 'anak-anak kecil yang tidak jadi atau tdk diakui' berkerumun riang gembira di sekitar tanaman kemangi. Katanya aroma wanginya disukai mereka. Dulu memang saat tetangga ada yg menanam, hawanya pekat saat lewat walau tak mengganggu.

Apa ada yang punya pengalaman atau kisah lain?