Di forum ini kamu dapat ikut serta memecahkan masalah yang menjadi pilihan dari Admin dan Moderator KI. Dapat dihitung sebagai kontribusi kita sebagai Indigo untuk Nusantara.
#6211
Hello guys...

Kita sering menjumpai orang yang sedikit-sedikit mengaku sebagai indigo, mempunyai indra keenam maupun mimpi nya jitu dan lain-lain langsung menganggap diri sebagai indigo.
Nah.. Pertanyaan nya, gimana sich cara kalian membedakan / mendeteksi Indigo Asli/ Kemasukan Jin / Skizofrenia / Bakat Keturunan? Mari berbagi pengalaman dan pengetahuan :D
sedikit penjelasan tentang skizofrenia yang diambil dari wikipedia:
Skizofrenia (/ˌskɪtsɵˈfrɛniə/ atau /ˌskɪtsɵˈfriːniə/) adalah gangguan mental yang ditandai dengan gangguan proses berpikir dan tanggapan emosi yang lemah.[1] Keadaan ini pada umumnya dimanifestasikan dalam bentuk halusinasi, paranoid, keyakinan atau pikiran yang salah yang tidak sesuai dengan dunia nyata serta dibangun atas unsur yang tidak berdasarkan logika, dan disertai dengan disfungsi sosial dan pekerjaan yang signifikan.
#6216
Kalo kemasukan jin pasti ada perlawanan lif, setau gw, krn itu kan bukan hal yg alamiah, sama kyk badan kita kemasukan virus, antibodi kita bereaksi melawan yg ditandai dengan demam/suhu badan meninggi.

Kita bahasain jgn indigo yah, ahahah, bahasain aja, orang2 berkemanpuan khusus (seperti anak2 berkebutuhan khusus), sepertinya lebih grounded. Kalo ttg mana asli mana ngga ya gw sih nganggep asli2 aja, krn biasanya kemampuan2 jg psikik itu ada sebab musababnya. Semacam pernah sakit keras hampir mati, lalu pas sehat tetiba bisa krn dia pernah berada di ruang hampa diantara hidup dan mati. Ada jg yg kalo ditarik garis lurus keatas, pasti ketemu leluhur2nya jg mengalami hal yang sama semasa hidupnya (kebanyakan model begini), atau yang emang sengaja2 ngilmu (ini nomer 2 terbanyak). Kebanyakan manusia model begini yg pernah gw temuin itu, mereka prosesnya alamiah, ada proses2 yang terkait dengan usia dan kematangan emosional dan meningkatnya kebijaksanaan. Kebanyakan kalo mendapat pengetahuan atas sesuatu itu bukan krn mendengar suara atau melihat seseorang atau sesuatu berbicara. Semua datang dr kalbu yang orang bahasakan sebagai hati nurani. Secara fisik mereka mugkin lemah tp secara spiritual sama sekali ngga lemah dan saat ada entitas lain yg coba ganggu atau masuk perlawanan mereka pasti sengit, itu seringkali otomatis, semacam antibodi yg kickin in saat ada entitas asing masuk ketubuh. Ada sistem perlindungannya sendiri yg seringkali berwujud firasat, bahkan sebelom sesuatu itu terjadi.
Kalo skizrofrenia yah udah campur2 lah. Dimulai dr depresi, bipolar lalu bisa jg berkembang jd kepribadian ganda jg kalo dia ngga kuat. Pecah dia, waham jg. Kyknya puncak dr gangguan psikologis ya skizrofenia itu. Halusinasi macam kayak bilang, 'aku td lihat kamu godain pembantu kita', pdhal saksinya banyak yg bilang bahwa hal itu ngga pernah terjadi. Tp dia kekeh hal itu terjadi dan menganggap itu kebenaran dan kenyataan.
#6218
anjaniey wrote:Kalo kemasukan jin pasti ada perlawanan lif, setau gw, krn itu kan bukan hal yg alamiah, sama kyk badan kita kemasukan virus, antibodi kita bereaksi melawan yg ditandai dengan demam/suhu badan meninggi.

Kita bahasain jgn indigo yah, ahahah, bahasain aja, orang2 berkemanpuan khusus (seperti anak2 berkebutuhan khusus), sepertinya lebih grounded. Kalo ttg mana asli mana ngga ya gw sih nganggep asli2 aja, krn biasanya kemampuan2 jg psikik itu ada sebab musababnya. Semacam pernah sakit keras hampir mati, lalu pas sehat tetiba bisa krn dia pernah berada di ruang hampa diantara hidup dan mati. Ada jg yg kalo ditarik garis lurus keatas, pasti ketemu leluhur2nya jg mengalami hal yang sama semasa hidupnya (kebanyakan model begini), atau yang emang sengaja2 ngilmu (ini nomer 2 terbanyak). Kebanyakan manusia model begini yg pernah gw temuin itu, mereka prosesnya alamiah, ada proses2 yang terkait dengan usia dan kematangan emosional dan meningkatnya kebijaksanaan. Kebanyakan kalo mendapat pengetahuan atas sesuatu itu bukan krn mendengar suara atau melihat seseorang atau sesuatu berbicara. Semua datang dr kalbu yang orang bahasakan sebagai hati nurani. Secara fisik mereka mugkin lemah tp secara spiritual sama sekali ngga lemah dan saat ada entitas lain yg coba ganggu atau masuk perlawanan mereka pasti sengit, itu seringkali otomatis, semacam antibodi yg kickin in saat ada entitas asing masuk ketubuh. Ada sistem perlindungannya sendiri yg seringkali berwujud firasat, bahkan sebelom sesuatu itu terjadi.
Kalo skizrofrenia yah udah campur2 lah. Dimulai dr depresi, bipolar lalu bisa jg berkembang jd kepribadian ganda jg kalo dia ngga kuat. Pecah dia, waham jg. Kyknya puncak dr gangguan psikologis ya skizrofenia itu. Halusinasi macam kayak bilang, 'aku td lihat kamu godain pembantu kita', pdhal saksinya banyak yg bilang bahwa hal itu ngga pernah terjadi. Tp dia kekeh hal itu terjadi dan menganggap itu kebenaran dan kenyataan.
Hahaha... iya kak... karena disini kan Komunitas Indigo, jadi aku tekankan kata indigo, karena banyaknya orang yang sedikit-sedikit mengaku sebagai indigo :005: jadi biar gak membingungkan, kan pasti ada tuch yang punya pengalaman atau pengetahuan bagaimana membedakan nya. Seperti seorang dokter tulang beda dengan sinshe :D

Makasih kak atas penjelasannya :-)) :salaman
#6221
Untuk Bisa mendeteksi/membuktikannya, pertama tama kita musti mengerti/memahami suatu konsep hukum alam.
Yaitu,.bahwa sangat gak gampang buat manusia utk mempunyai/memiliki power secara metafisik.
Sebab manusia diciptakan dalam kondisi dan di dalam alam fisik. Dan scr alamiah ada suatu 'penyekat/penghalang' yg membatasi di kedua alam tsb.

Hal dasar itulah yg membuat,.bahwa sebetulnya sebagian besar manusia itu memang gak mempunyai power scr metafisik sejak lahir,.dan memang gak mengerti apa apa ttg metafisik.
Dari sejarah pun ,.sejak manusia diciptakan,.mereka gak mengerti ttg metafisik. Dan manusia mulai mengerti lantas mendalami metafisik karena ada yg mengajari/memberitahu ttg metafisik. Dan dulu ,.yg memberitahu itu disebut malaikat.

Jadi,.manusia yg mempunyai power scr metafisik dan mampu menggunakannya,.itu hanya ada DUA kemungkinan,.yaitu diberitahu ttg metafisik ATAU dibantu oleh mhlk metafisik.
Itulah yg disebut konsep Hukum Alam yg ditentukan oleh Sang Pencipta.

Lantas Bedanya.?
- Manusia yg dilahirkan,.ada yg mempunyai talenta/bakat. ..banyak yg gak.
Talenta atau bakat Yg dimaksud disini adalah simpul2 saraf yg berpotensi peka thd hal metafisik.
Nah,..yg simpul2 sarafnya peka sejak lahir itu disebut asli , bawaan genetis. Suatu turunan genetis yg diacak oleh alam. Namun bukan berarti yg asli itu tiba2 mempunyai power metafisik. Gak sama sekali.
Yg asli ini harus diberitahu/diajarin dan di supply power metafisik dahulu oleh mentor yg sudah memdalaminya terlebih dahulu. Barulah bisa mengerti.

Lantas yg dibantu oleh mhlk astral.?
- Saat sekrg sih aku pribadi gak begitu perduli dgn org2 yg dibantu oleh mhlk astral.
Tapi dulu ,.ketika aku masih muda,.aku sangat kejam ma mhlk astral. Dulu mhlk astral yg bikin bete di depan mataku aku musnahin semuanya beserta keluarga2nya dan klan nya,.
Karena aku itu mantan pembunuh mhlk astral,.maka aku selalu bisa liat mereka yg dibantu oleh mhlk astral. Dan mhlk astral ,.mereka semua tahu reputasi aku.
Jadi aku pribadi selalu bisa membedakan mana yg dibantu mana yg gak...dan secara umum, masyarakat awan sulit tahu/membedakan. .apalagi jika mhlk astralnya 'sembunyi'.

Lantas bagaimana org2 yg kurang waras/ kena gangguan mental.?
- Ya jelas bedainnya gampang donk,.dari sisi pembicaraan juga gak akan nyambung,.Namanya juga org gak waras kan.
Ada bbrp kasus ketidakwarasan, juga dimulai dgn gejala paranoid,.lantas konslet simpul sarafnya,.dan akhirnya gak waras.
#6222
I am a believer, sue me for that. Tp gw ngga percaya ada sesuatu yang random di dunia ini. I mean, can you imagine God is saying: Gw menciptakan sesuatu karena gw bisa, belom tentu ada sebab dan tujuan. Kalo seperti itu maka akan pupuslah konsep takdir dalam kepercayaan. Dan hidup ini akan seribu kali lebih menakutkan karena dibangun diatas awang-awang. Absurd.
Simpul2 saraf yang peka sejak lahir pun jika ditilik pasti ada sebab musababnya yang bahkan melampaui saat proses kehamilan. Not just some random acusation about random existance. Seperti zaman sekarang ada seorang dokter ahli alergi anak yg praktek di daerah menteng. Beliau sedang dalam proses bertanya dan mencari jawaban atas pertanyaan 'mengapa anak alergi kebanyakan memiliki kemampuan psikik? Atau apakah psikik yang menjadi sebab dr alergi atau sebaliknya? Mengapa kebanyakan kemampuan2 tersebut hilang saat mereka berusia 7 sampai 8 tahun, sementara yang tidak hilang ya akhirnya menetap selamanya.dan itu berproses, puncak dr proses ada beberapa fase, diusia 8 tahun, usia baligh dan usia 30 tahun. Diusia2 tersebut terjadi kematangan2 yang bertingkat. Kalau memang malaikat mengajarkan tentang metafisik, itu metafisik yang seperti apa? Kalau tentang ghaib pun secara nyata diagama pun mengajarkan hal itu krn bagaimanapun Tuhan itu Ghaib. Jd pertanyaan jg, kalau ternyata memang malaikat mengajarkan metafisik, krn setahu gw, malaikat itu makhluk Tuhan yang ngga bisa ingkar, tidak memiliki kemampuan berfikir dan tidak memiliki hawa nafsu. Jd saat mereka mengajarkan metafisik berarti itu adalah perintah dari Tuhan. Sepakat ngga? Lalu apakah masih bisa dianggap random simpul2 saraf yang berpotensi kepekaan?
Tuhan itu adil, in that i trust, setiap orang memiliki simpul2 kepekaan yang sama, dengan kesempatan terbuka yang sama jika menjalankan apa yang memang seharusnya dijalankan untuk membuka simpulnya. Tinggal manusianya mau apa ngga.
Tentang supply power kepekaan jg, well, gw pikir kita terlalu overrated guru2 spiritual kadang kita lupa dama Yang Maha Spiritual itu sendiri.
Guru2 spiritual buat gw hanya menunjukan arah kemana harus berjalan, berkisah ttg perjalanan mereka dan menawarkan satu jalan menuju revelation jika kita menginginkan menempuhnya. Karena sejatinya yang menjadi hak milik kita adalah segala sesuatu yang kita usahakan. Kalo dibilang supply power apa bedanya sama generator yang saat solarnya habis, gelap jugalah semua yg mendapat kemanfaatan dr generator itu sebelumnya.
Sorry2 gw bukan ngajak berantem ahahah, hanya menyuarakan keganjilan di alam fikir. Maap2 yaaa
#6224
Lanjut dikiiit: kayak macam kisahnya syeikh abdul qodir jailani. Eeeit jangan dulu bilang 'yaa beda beliau kan emang wali Allah, emang udah takdirnya begitu'. Itu emang bener, tp Tuhan jg ngga akan menjadikan sesuatu tanpa sebab musabab. Beliau sejak dalam kandungan selalu diperdengarkan ayat2 suci, ibunya bahkan dikisahkan bolak balik khatam quran saat beliau dalam kandungan. Daaaaan.. sekarang pun ada penelitian kedokteran yang membuktikan bahwa janin2 yang didalam kandungan sering diperdengarkan ayat2 suci kebanyakan memiliki keistimewaan (dalam bentuk yang beraneka ragam). Bahkan lebih baik drpd diperdengarkannya musik2 klasik macam mozart dan bethoven. Ada kemungkinan itu menjadi sebab kan? Meskipun memang sekarang alam fikir kita belum dapat mengurai hubungan sebab dan akibatnya secara faktual. (Maaf ngasih contohnya terlalu tersegmen ke kepercayaan tertentu, abis gw ngga bisa mewakili kepercayaan lain krn ngga paham. Maap ya)
#6236
anjaniey wrote:Lanjut dikiiit: kayak macam kisahnya syeikh abdul qodir jailani. Eeeit jangan dulu bilang 'yaa beda beliau kan emang wali Allah, emang udah takdirnya begitu'. Itu emang bener, tp Tuhan jg ngga akan menjadikan sesuatu tanpa sebab musabab. Beliau sejak dalam kandungan selalu diperdengarkan ayat2 suci, ibunya bahkan dikisahkan bolak balik khatam quran saat beliau dalam kandungan. Daaaaan.. sekarang pun ada penelitian kedokteran yang membuktikan bahwa janin2 yang didalam kandungan sering diperdengarkan ayat2 suci kebanyakan memiliki keistimewaan (dalam bentuk yang beraneka ragam). Bahkan lebih baik drpd diperdengarkannya musik2 klasik macam mozart dan bethoven. Ada kemungkinan itu menjadi sebab kan? Meskipun memang sekarang alam fikir kita belum dapat mengurai hubungan sebab dan akibatnya secara faktual. (Maaf ngasih contohnya terlalu tersegmen ke kepercayaan tertentu, abis gw ngga bisa mewakili kepercayaan lain krn ngga paham. Maap ya)
yup,..
sedikiit out of topic deh,..Ada satu perbedaan yg mendasar antara org yg betul2 mengerti ttg metafisik dan yg gak.
- Yg gak begitu mengerti ttg metafisik,.akan menghabiskan tenaga, fikiran dan imajinasi nya,.hanya utk mereka reka ttg Ketuhanan,.alias mereka reka ttg Sang Pencipta. Bahkan akan berfikir yg aneh2 ttg Sang Pencipta.
- Sedangkan, Justru yg betul2 mengerti ttg metafsik,.akan cenderung berfikir ttg konsep hukum alam scr technical nya yg ada di metafisik.

Sbg contonya spt ini: Kenapa Tuhan gak menciptakan manusia yg bisa terbang tanpa sayap.? Tentu Tuhan bisa menciptakan kan..
- karena Hukum gravitasi itu diciptakan terlebih dahulu sebelum manusia tercipta. Jadi manusia itu seolah2 musti 'menghormati' hukum gravitasi tsb.
Simple dan sederhana spt itu.

Dan,.Ada juga suatu Konsep Hukum Alam yg berlaku, baik di alam fisik maupun metafisik...yaitu "Berusaha dan Berdoa."
Aku ambil conto sederhana,.: Kenapa hantu bisa mewujudkan diri di alam fisik.?
- Mhlk astral ada yg mempunyai tenaga/power metafisik, ada yg gak,..Dan mhlk astral ada yg sedikit pinter ada yg bodoh.
Utk bisa mewujudkan diri di alam nyata/fisik,.itu butuh tenaga dan tehnik.
Jika hanya mempunyai tenaga namaun gak ngerti tehniknya,.ya gak bisa,..jika hanya mengerti tehniknya tapi gak punya power juga gak bisa.

Jadi,.semakin org itu mengerti dan mendalami metafisik,.semakin org tsb terfokus kpd technical system nya.

Sebagai contohnya juga,: Ttg suatu sistem yg disebut 'Keseimbangan Alam'.
Ada perbedaan antara suatu titik disebut seimbang,.antara hukum fisika dgn yg ditinjau scr metafisik.
- Scr hukum fisika, disebut seimbang itu jika terpaku pada satu nilai...misal suatu massa benda dgn kadar ttt yg berjumlah sama.
- Sedangkan scr metafisik,.keseimbangan itu gak selalu terpaku oleh jumlah...keseimbangan itu sgt relatif.

Hal2 spt itulah yg membuat org berfikir ttg tehnik nya,..dan bukan sekedar 'abracadabra'nya.
#6243
Cuma mau menjelaskan bahwa segalanya ada sebab akibat. Bukan random. Kalo secara technical jg gw masih nunggu teori2 metafisik itu dipatenkan lah. Sehingga sama2 bukan hanya jd abrakadabra. Krn gmnpun jg teori2 itu msh jd abrakadabra buat segelintir orang yang belom sampe. Contoh yg dikau sampaikan ttg gravitasi, itu masuknya sebab akibat bukan sama kenapa Tuhan ngga nyiptain manusia yg bisa terbang tanpa sayap? Hehe. Ngga ada yang akan berfikir aneh2 sama Tuhan kalo manusianya Yakin. No worries.
#6251
skizofernia kebanyakan melihat bayangan sekelebat, dan suka ngomong sendiri, ngomong sendiri bukan halusinasi tapi dia berperan ya, si penderita lah yang membuat bayangan hitam sekelebat tersebut, si penderita juga yang bikin imajinasi tentang suara suara berbisik dll.

makanya dia suka ngomong sendiri sama hayalan yang nasehatin, baik baikin, kayak jangan sedih, pokoknya yang baik baik.

skizofernia malah gak bisa membuat bayangan misal dia klaim bahwa ada nenek2 atau apa, dia klaim hanya sebatas "oh itu suara nenek2" berarti itu nenek2 bayangan tersebut, padahal abstrak kebanyakan cumah sekelebat dan hitam aja.