Di forum ini kamu dapat ikut serta memecahkan masalah yang menjadi pilihan dari Admin dan Moderator KI. Dapat dihitung sebagai kontribusi kita sebagai Indigo untuk Nusantara.
#7193
Kembali ke topik...

Topik ini sangat tepat utk meluruskan pemahaman dan pandangan mengenai indigo.
Di dalam masyarakat,artikel dan informasi mengenai indigo kental dengan klenik (hal2 gaib). Ada juga beberapa kalangan religius yg menganggap indigo kerasukan dan dikendalikan jin atau makhluk gaib dan menganggap indigo itu sesat.
Menurut medis / psikologi, indigo termasuk salah satu penyakit kejiwaan / psikologis.

Kenyataannya, banyak orang lain yg telah ditolong (sakit penyakit, psikologis, kerohanian dan permasalahan lainnya) oleh Indigo.

Indigo asli, yg kemampuannya diberikan TUHAN sejak lahir.
Cukup disesalkan bahwa ada tokoh2 religius menghakimi bahwa Indigo sesat dan kemasukan Jin.
Secara tidak langsung mereka menghakimi TUHAN Sang Pemberi Karunia.

Kemampuan apapun yg dari Jin tidak pernah membawa kebaikan dan hanya bersifat sementara meskipun ada syarat2 khusus yg diminta oleh Jin, tetaplah bersifat sementara.
Jin merupakan makhluk sangat cerdas, Jin tidak mengenal kebaikan dan kebenaran. Jin Pandai berpura2 dan Aktor yg hebat. Jin bukanlah TUHAN, apapun yg diperlihatkan dan daripadanya adalah Dusta dan Kebohongan.
Jin merupakan makhluk yg Angkuh dan Sombong, Jin memikat manusia dengan menggunakan hawa nafsu manusia.

Kesimpulannya, Jika ada Indigo bawaan lahir yg melakukan kebaikan terhadap sesama, melakukan amalan ajaran agama, taat beribadah dan
patuh terhadap hukum2 agama.
Apakah pantas bagi Indigo yg dimaksud bahwa Indigo tersebut sesat dan Indigo tersebut kemasukan / dikendalikan JIN?

Salam.....
#7252
Pendapat arryn_wu ada benarnya.

Lebih banyak para pemuja Khodam atau Jin, sangat senang jika dipanggil Praktisi Paranormal atau Orang Sakti atau Orang Pintar.... Daripada menyebut dirinya Indigo.
Mereka lebih senang terekspos, tentunya dengan berbagai alasan dan salah satu alasannya adalah Komersil.
Tidak peduli bahwa hal yg dilakukannya melanggar dan menabrak aturan nasib, aturan etika dan aturan dimensi lain.
Bagi mereka ketenaran dan uang yg menjadi fokusnya.

Rentan tahun 2010 - 2012 merupakan tahun dimana media di Indonesia memblowup Indigo secara luar biasa. Tetapi sangat disayangkan bahwa media lebih luar biasa terfokus kepada Indigo Pemburu Hantu dan Klenik, dibandingkan mengedukasi masyarakat mengenai Indigo.

Saya tidak ingin menghakimi mengapa Indigo lebih memilih "Hidup Normal" daripada mengekspos dirinya.
Tetapi dari beberapa pengakuan rekan saya, mereka bergerak secara intuisi kepada siapakah mereka memutuskan utk memberikan ruang konsultasi dan pertolongan.
Secara intuisi Indigo dapat memilih, mana yg layak dan mana yg tidak layak.
Terkadang Intuisi mereka menjadi rambu2 dari pola dan tindakan utk memberikan pertolongan dimana jika hal tersebut berimplikasi terhadap aturan2 dimensi lain, nasib dan masa depan.

Hal tersebut yg membedakan pola, cara berpikir dan tujuan antara Pemuja Khodam atau Jin dengan para sahabat Indigo.

Ya... Seperti itulah pemahaman dan pendapat saya....
#7259
suka suka
hidup normal, waspada dgn sekitar, intuisi menjadi kompas dalam mendekatkan orang2 yg "berjodoh" utk ditolong, juga menjauhkan orang2 yg bukan path si penolong. Biasanya dekat, terlibat atau aktif dalam komunitas atau perkumpulan yg berhubungan dengan pelayanan kemanusiaan dan/atau pelayanan doa.
#7873
Andik Pendiam: ijin jawab. Seperti melihat film didepan mata itu hanya mekanismenya, belum tentu menandakan bahwa seseorang skizro. Butuh observasi ahli untuk mendiagnosa seseorang skizro atau ngga. Banyak gejalanya, bukan hanya mengalami halusinasi. Hanya jika mengalami berarti kemungkinannya ada krn salah satu gejalanya ada. Lebih baik pertanyaan itu ditujukan kepada ahli dan ngga diumbar dimana2. Salah2 dpt jawaban malah sesat nanti.
#8325
kagak juga, Min. halusinasinya orang skizro meliputi peraba, pendengaran, pembau, penglihatan dan perasa (tactile, auditory, visual, olfactory and gustatory hallucinations) juga. Cuman kebanyakan kasus yg dialami halusinasi pendengaran (auditory) tp bukan berarti halu yang lain ngga masuk itungan. makanya orang2 yang bisa ngeliat sesuatu yg orang lain ngga liat dulu dianggap penderita penyakit ya krn emang masuk itungan gejala halu jg. cuman emang buat mendiagnosa seseorang mengalami halu itu ngga semudah bilang "anda menderita bau badan" (ahahah, maap) gitu lah. banyak pertimbangan sama prosesnya.