Di forum ini kamu dapat ikut serta memecahkan masalah yang menjadi pilihan dari Admin dan Moderator KI. Dapat dihitung sebagai kontribusi kita sebagai Indigo untuk Nusantara.
By yoseph80
#6585
Bro..tea...
Semalam, ane tiba2 mendusin dan mendengar riuh ramai suara orang menyebut "Shiva" secara berungkali.
Lalu tiba2 ane melihat seperti sosok Dewa Shiva dengan ciri khasnya, dan sosoknya dikelilingi sinar Ilahi.
Dewa Shiva berdiri lalu berubah rupa menjadi sesosok orang berdiri tegap berpakaian kulit harimau dan dipunggungnya ada lambang harimau.

Dan sosok tersebut berkata "Bumiku penuh dengan kejahatan, aku akan memukul, memerangi mereka dan akan mengembalikan keseimbangan".

Setelah berkata demikian, tiba2 kabut asap naik menutupi sosok tersebut dan kembali terdengar riuh suara " Shiva" berulang2 kali... Lalu saya tersadar.

Nah bro tea dan sahabat2 lainnya silahkan ditafsirkan sendiri...

Bagi saya yg berkeyakinan lain, tetap mempercayai bahwa TUHAN segera mulai mengembalikan keseimbangan.

Secara spesifik tafsir saya, bahwa Dewa Shiva (Sang Hyang Trimurti) sangat dikenal di Nusantara (Indonesia).
Mungkin saja penglihatan saya tersebut berhubungan dengan Nusantara ini....

Ya begitu saja..... Just Pray for Nusantara....
#6627
@yoseph: Kok penjaga saya terus to yg disapa bro?
Dewa Shiva itu cakep, apalagi Dewa Wisnu(aku kebanyakan nonton india's series)

Semoga doa2,resonansi positif, perbuatan baik kita semua membantu perbaikan nusantara dan dunia. Aminnn

Thank u so much bro yoseph
By dawnsky
#6647
entah akan ada apa,tapi aku merasa seperti diburu-buru (disuruh bergegas) sampai tidurpun sering dibangunin entah sm siapa hmm..
kita berdoa dan bersiap
#6895
Banyak sekali ramalan yang terucap di luar sana. Namun kita disini berkumpul untuk mengalunkan doa, kalimat positif dan solusi. Tentu bukan untuk menakuti atau menunjukan kita hebat.

Setiap penglihatan mengenai tangisan ibu bumi yang kita lihat, pasti membuat kita bergerak untuk berdoa agar diluputkan. Kalaupun harus terjadi, maka dimohonkan tidak memakan korban banyak. Itu perbedaan orang bijaksana dengan orang yang suka pamer. Terima kasih untuk yang komentar ataupun silent reader. Mohon tetap diteruskan doa, rapalan, pikiran positif dan solusinya.
#6896
teahangat wrote:Getaran ibu pertiwi,ibu bumi,dunia semakin terasa. Mohon doa sesuai kepercayaan, pikiran positif untuk anda yang atheis, rapalan sufi, afirmasi untuk dunia yang kita tempati. Sisipan beberapa permohonan berikut dalam setiap nafas anda. Terima kasih.


Silahkan tuliskan peristiwa yang mungkin,akan,sedang terjadi, yang perlu didoakan.
HASIL SEMEDI ALIRAN KEPERCAYAAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA.

Tepat pada tanggal 27 agustus 2015, akan terjadi gempa dijakarta yang mengakibatkan terjadinya patahan tanah dibawah kota jakarta, bangunan bangunan akan tenggelam karena tanah jakarta akan amblas, dan tidak sampai 1 (satu) tahun kepemimpinan jokowi sebagai presiden republik indonesia, jakarta sudah karam dan TINGGAL KENANGAN.

Ini juga sudah ada dalam ramalan siliwangi :

“Timimiti poe ieu, pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit ngarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jiba tingaran pikeun nu mapay. Sabab bukti nu kari bakal rea nu mungkir.Tapi engke jaga bakal aya nunyoba2, supaya anu leungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapay kudu make amparan, tapi anu mapay na loba arieu aing pangpinterna. mudu aredan heula.Engke bakal rea nu panggih, sabagian sabagian. Sabab kaburu di larang kunu di sebut RAJA PANYELANG. Aya nu wani ngorehan terus, teu ngahiding ka panglarang ngorehan bari ngalwan bari seuri. Nya budak angon, imah na di birit leuwi pantone batu satangtung, kahieuman ku handeuleum karimbunan ku hanjuang.Ari ngangona? Lain kebo lain embe, lain meong lain banteng, tapi kalakay jeung tutunggul.Inyana jongjon ngorehan, ngumpulkeun anu kapanggih. Sabagian di sumputkeun, sebab encan wayah ngalakonkeun. Mangke mun geus wayah jeung mangsana, baris loba nu kabuka jeung rarea menta di lalakonkeun. tapi mudu ngalaman loba lalakon, anggeus nyorang undur jaman datang jaman saban jaman mawa lalakon.Liliana saban jaman, sarua jeung waktuna nyukma, ngusumah eujeung nitis, laju nitis di pinda sukma.”

Artinya : Dimulai dari hari ini, Pajajaran hilang dari alam hidup (GAK ADA LAGI KERAJAAN MAKHLUK YANG MENGAKU NGAKU WISNU, BAIK YANG ASLI MAUPUN YANG PALSU). hilang kampungnya, hilang namanya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, hanya nama bagi yang melacak. Sebab bukti yang ada banyak yang akan mungkir. Tapi nanti suatu saat bakal ada yang nyoba-nyoba, supaya yang hilang ketemu lagi.memang bisa, tapi melacak harus pakai (amparan). Tapi yang melacak kebanyakan ngerasa paling pintar. Keburu gila duluan. Nanti bakal banyak yang ketemu, sebagian-sebagian. Sebab kaburu dilarang oleh yang di sebut RAJA PANYELANG. Ada yang berani mencari terus, tidak memperdulikan larangan. Mencari sambil melawan dan tertawa. Ya dialah sang pengembala. Rumahnya dibelakang sungai (DIBAWAH SUNGAI YAITU DIBAWAH DANAU TOBA / PULAU SAMOSIR YANG MERUPAKAN MENARA BABEL), pintunya setinggi batu (PINTU NYA ADALAH BATU YANG MENUTUP GUA, YANG MANA SIWANITA BATU GANTUNG TERSEBUT, MEMASUKKAN KEDUA LENGANNYA KEDALAM BATU TERSEBUT). Ternaungi oleh handeuleum, di rimbun oleh hanjuang. Apa yang di gembala? bukan kerbau bukan kambing, bukan kucing bukan banteng. Tapi (kalakay) dan (tutunggul). Dia terus asik mencari. Mencari yang ketemu. Sebagian di sembunyikan. Sebab belum waktunya berperan. Pada suatu saat nanti masanya datang, bakal banyak yang terbuka dan banyak yang minta peran. Tapi harus mengalami banyak cerita, setelah mengalami banyak jaman datang jaman, tiap jaman membawa cerita. Lamanya jaman, sama dengan waktunya nyukma, (Ngusumah) dan nitis. kemudian nitis di (pinda ) sukma.

Tulisan yang dicetak tebal ramalan siliwangi adalah lokasi dari batu gantung yang terdapat didanau toba. Rumahnya adalah Menara Babel yang merupakan gunung emas yg telah runtuh, yaitu pulau samosir.

Darengekeun !Nu kiwari ngamusuhan urang, jaradi rajana ngan bakal nepi ka mangsa : “tanah bugel sisi Cibantaeun dijieun kandang kebo dongkol.” Tah didinya, sanagara bakal jadi sampalan, sampalan kebo barule, nu diangon ku jalma jangkung nu tutunjuk d alun-alun.Ti harita, raja-raja dibelenggu.Kebo bule nyekel bubuntut, turunan urang narik wuluku, ngan narikna heunteu karasa sabab murah jaman jeung seubeuh hakan.Ti dinya, wuluku ditumpakan kunyuk; laju turunan urang aya nu lilir. Tapi lilirna cara nu kara hudang tina ngimpi.Ti nu laleungit, tambah loba nu kapanggih, tambah loba nu manggihna. Tapi loba nu pahili. Nya kabawa nu lain mudu diala. !Turunan urang loba anu heunteu engeuh, yen jaman ganti lalakon ! Ti dinya gehger sanagara. Panto nutup di buburak ku nu ngalanteur pamuka jalan ; tapi jalan nu kasingsal. Nu tutunjuk nyumput jauh ; alun – alun jadi suwung, kebo bule kalalabur : laju sampalan nu diranjah monyet !Turunan urang ngareunah seuri, tapi seuri heunteu anggeus, sabab kaburu : warung beak ku monyet, leuit beak ku monyet, kebon beak ku monyet, sawah beak ku monyet, huma di acak-acak ku monyet, cawene rareuneuh ku monyet. Sagala-gala diranjah ku monyet.Turunan urang sieun ku nu niru – niru monyet.”Panarat” dicekel ku monyet bari diuk dina bubuntut. Wulukuna ditarik ku turunan urang keneh. Loba nu paraeh kalaparan.

Artinya : Dengarkan !! yang sekarang memusuhi kita, jadi rajanya hanya sampai masa tanah bugel sisi cibantaeun dijadikan kandang kerbau dungkul (SAMPAI HABISNYA MASA UJUNG BARAT PULAU JAWA DAERAH SEKITAR CIBANTEUN DIJADIKAN PUSAT PEMERINTAHAN / IBUKOTA SEPERTI JAKARTA, JAYAKARTA, BATAVIA DLL, DIMULAI SAAT RUNTUHNYA MAJAPAHIT, HINGGA SEKARANG) “nah dari situ (maksudnya KETIKA AWAL AWAL PUSAT PEMERINTAHAN / IBUKOTA DIUJUNG BARAT PULAU JAWA YAITU JAYAKARTA, BATAVIA, JAKARTA DLL) senegara akan jadi sampalan (BARANG YANG DIHARGAI DENGAN UANG). (sampalan) kerbau bule (ORANG ASING). yang di gembalai oleh orang tinggi yang nunjuk2 di tengah alun alun (PARA PEMIMPIN DAHULU HINGGA SEKARANG TEPATNYA SETELAH MASA HANCURNYA MAJAPAHIT HINGGA SEKARANG).dari situ raja-raja di belenggu. kerbau bule megang bubuntut (MENIKMATI HASIL). keturunan kita yang narik bajak.tapi nariknya tidak terasa sebab murahnya jaman dan kenyangnya makanan.dari saat itu bajak di naikin monyet. Kemudian keturunan kita ada yang sadar, cuman sadarnya seperti orang baru bangun dari mimpi. Yang hilang, tambah banyak yang ketemu, tambah banyak yang menemukan. tapi banyak yang tertukar, ya terbawa yang lain harus di ambil. Keturunan kita banyak yang tidak sadar bahwa jaman sudah berganti cerita.! pintu yang tertutup di obrak abrik (gempa tgl 27-8-2015 baru kemudian KOTA JAKARTA tenggelam KARENA TANAHNYA AMBLAS) oleh yang mengantar pembuka jalan (TIMSUKSESTUHAN); tapi jalan yang (kasingsal). Yang nunjuk2 bersembunyi jauh (JOKOWI SATRIO SEMBUNYI/PININGIT LARI DARI TANGGUNG JAWAB); alun-alun jadi suwung (PUSAT PEMERINTAHAN YAITU JAKARTA TENGGELAM / KARAM), kerbau bule pada kabur; kemudian (sampalan) yang dirajah monyet (ORANG KAYA SERAKAH YANG NANTINYA JUGA MENGAJAK MEMISAHKAN DAERAH DAERAH LAIN UNTUK MENDIRIKAN NEGARA BARU)! kebun habis sama monyet, sawah habis sama monyet, ladang di acak-acak monyet, wanita pada hamil sama monyet. Segala rupa di rajah sama monyet.keturunan kita takut oleh yang niru-niru monyet. (“panarat”) di pegang oleh monyet sambil duduk di (bubuntut). Bajaknya di tarik oleh keturunan kita sendiri (SESAMA BANGSA). banyak yang mati kelaparan.

(maksudnya ketika jakarta tenggelam, maka banyak pengungsi pengungsi, terutama mengungsi kedaerah daerah pulau jawa yang masih aman dari bencana, tetapi karena semua tanah sudah habis (sudah dimiliki) oleh orang orang kaya/memiliki uang, maka kehidupan mereka sangat tragis karena gak bisa asal ngambil atau tinggal tanpa ijin dari sipemilik, dan daerah lain mulai memisahkan diri)

bersambung....
#6898
yoseph80 wrote:Bro tea hangat.... Dunia hampir tiba di masa "penyaringan", masa2 dimana manusia baik semakin sedikit dan sulit hidup, sedangkan kejahatan semakin merajalela.
Energi negatif yg dilepaskan dan terjadi di bumi, membawa efek kehancuran dan efek kejahatan yg kian hari semakin bertambah.

Saya concern di Indonesia, bahwa di era saat ini (Presiden Jokowi). Sudah menjadi suratan alam, Indonesia memasuki era Paceklik luar biasa.
Beberapa titik energi negatif (aura kegelapan) tersebar di beberapa wilayah Indonesia, yaitu : Aceh, Medan, Palembang, Padang, Lampung, Jawa Barat, DKI Jakarta, 1/2 di Jawa Tengah, Jawa Timur, P. Madura, NTT, NTB, Kalimantan Tengah, Makasar, Ambon, sekitar Papua (Manokwari, Sorong dll)

Hampir seluruh wilayah Indonesia diliputi aura hitam, yg paling besar adalah di Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Berdoalah untuk manusia2 baik dan anak2 era ini... Yg mereka hadapi di masa depan akan semakin sulit.
Alam memiliki mekanismenya sendiri utk "membersihkan noda", tetapi dibalik itu kerugian dan kedukaan besar menimpa manusia..... Sungguh peristiwa yg tidak bisa dielakkan.
klo udah terasa, yah siap siap aja....

tuh udah gua tulis diatas....
#6899
teahangat wrote:@yoseph: Penjagaku kelihatan terus ya...bro terus...hihi...

Semoga semua terlewati dengan baik dan dilimpahkan kesejahteraan. Aminnnn

Pertanda paling kelihatan adalah saat sultan merubah gelarnya. Bagaimanapun juga dia adalah salah satu patok spiritual nusantara.
itu tanda klo gelar raja jawa merupakan sesuatu yang gak boleh disandang oleh makhluk, sekaligus menunjukkan kesalahan kesalahan yang telah dilakukan oleh raja raja jawa dahulu....
#6900
teahangat wrote:Banyak sekali ramalan yang terucap di luar sana. Namun kita disini berkumpul untuk mengalunkan doa, kalimat positif dan solusi. Tentu bukan untuk menakuti atau menunjukan kita hebat.

Setiap penglihatan mengenai tangisan ibu bumi yang kita lihat, pasti membuat kita bergerak untuk berdoa agar diluputkan. Kalaupun harus terjadi, maka dimohonkan tidak memakan korban banyak. Itu perbedaan orang bijaksana dengan orang yang suka pamer. Terima kasih untuk yang komentar ataupun silent reader. Mohon tetap diteruskan doa, rapalan, pikiran positif dan solusinya.
oh...gitu...

iya juga yah..gak boleh pamer ya......

betul... betul... betul...