Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 85% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera.
#5179
Hi all,

Apakah prekognisi yg berupa premonition itu bertentangan dg agama Islam ? Jk hal yg dirasakan akan terjadi itu diberitahukan/dibagikan kepada orang tertentu dg alsan jk dipendam sendiri terasa menyesakkan, apakah hal tersebut bertentangan dg ajaran agama Islam ?
Terimakasih sebelumnya atas tanggapan teman2.
By anjaniey
#5234
1. Apakah kita hakul yakin bahwa prekognisi2 tersebut benar2 datang dari Tuhan dan bukan dari makhluk lain? kalo di Islam yang gw tau kisahnya dulu syeitan mampu mengintip segala yang ada di langit hingga akhirnya menjadi tidak kecuali mereka akan ditembak drngan anak2 panah berapi. Jd mereka hanya bisa mengintip sekedar.
2. Apakah prekognisinya adalah 'whole'? Kalo itu berasal dr mereka. Dan apakah layak dibagikan atau disebarluaskan?
3. Apakah prekognisi tersebut yang belum terjadi adalah merupakan hal yang baik yang layak untuk dibicarakan saat kata2 bahkan pikiran yang terucap maupun tidak adalah termasuk doa2?
4. Apakah nantinya akan menimbulkan kepanikan? Kekhawatiran? Dan mudharat lainnya, saat untuk hukum2 yang sifatnya tidak mutlak adalah untuk melihat lebih banyak manfaat atau mudharatnya sebuah tindakan? Saat lebih banyak mudharatnya ngga tertutup kemungkinan suatu hal bisa menjadi haram untuk kita.

Jadi sekarang, menurut lo sendiri gimana? Bertentangan atau ngga? :)

Tentang sesuatu itu menyesakkan atau ngga, hanya masalah mindset dan mental kok. Seperti sebuah kalimat bijak yg bilang: perbesar gelasmu sehingga bisa menampung lebih banyak. Begitu jg berlaku untuk diri dan hati.

Tetep semangat ya. Semoga Sumber dari Segala Kebaikan memberikan setetes KebaikanNya kepada kita semua. Amin.

*SAAT HIDUP TERASA MENGHIMPIT DAN NAFAS TERASA SESAK, SAAT AGAMA SEPERTI MEMENJARA DIRI, MAKA BERPALINGLAH KEPADA ALLAH SWT. NISCAYA ALLAH SWT AKAN MEMBEBASKANMU.*

Salam,
#5359
wah bahasan yg bagus...
secara kapasitas, manusia biasa gak bakal bisa melihat masa depan. Namun, pd kondisi tertentu (tp jarang) memang bisa. Seperti ketika dia jadzab (majdzub), tertarik jiwanya kepada Allah hingga tak sadar (gila; orang awam yg gak ngerti melihatnya gila) maka terbuka 'kasyaf' penglihatan batinnya. Dia akan meracau dan apabila nyumpahin orang niscaya akan jadi kenyataan. Kasus ini terbilang sangat jarang, dan hanya pada beberapa gelintir orang saja (ada satu di jakarta). Tapi hal semacam itu tidak wajar.
Apabila kemampuan normal (orang kebanyakan, bahkan yg paling indigo sekalipun) bisa melihat masa depan maka, biasanya, keberhasilan/ketepatannya tidak lebih 60%. Manusia memang suka menduga-duga-memprediksi. Dugaan seorang yg memang ahli dalam bidang tertentu sudah tentu akan menghasilkan dugaan dengan tingkat ketepatan yg tinggi (seperti ketepatan ahli ekonomi di bidang ekonomi atau ahli fisika di bidangnya). Namun, tidaklah 100% pasti dan umumnya sudah ada stimulus sebelumnya (pengantar kejadian pendahulunya).

Apabila secara tiba-tiba mendapatkan 'penglihatan' tentang nasib atau takdir seseorang, lekaslah ber-istighfar dan jangan memberitahukan ke oranglain. Boleh jadi ada upaya setan di dalamnya karena setan jagonya tipu menipu dan mengeksploitasi lemahnya iman manusia. Apabila kejadian itu nyata terjadi di kemudian hari, jangan juga mempercayai 100% karena hak mutlak hanya milik Allah.
#5374
Hi @anjaniey & dwinandio

Makasih banyak y tanggapannya..
@Anjaniey, iya, yg no.1, gw jg inget ttg hal itu. Syetan yg mencuri dengar berita langit dilempari.
@Dwinandio : Iya, ada bbrp gelintir, bukannya ga ada samasekali. Disini jg beda ya, antara orang yg menduga-duga, memprediksi seperti paranormal dan yg melihat kilasan2/siratan secara jelas atau mimpi yg perlu ditakwilkan terlebih dulu, ataupun firasat2. Apakah jk memberitahukan kpd keluarga utk berhati2 di kasus ini jg salah mnrt agama ? Contoh, sy pernah blg ke ayah utk lebih berhati2 & banyak2 doa 'Allahuma inna nasaluka salamatan fiddin...' Berselang hari atau minggu sy lupa, Yogya gempa, ayah hrs ke Yogya, beliau terjatuh dr kereta, terguling, tp الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ hanya bajunya yg sobek2, tp beliau tdk apa2. Jd bukan dipergunakan utk hal2 yg aneh2, tp lebih menuntun org2 tertentu utk lebih berhati2 dan memperbanyak berdoa. Apakah hal itu jg bertentangan ? Jk iya, sebaiknya bersikap bagaimana ?
#5387
Saling mendoakan dan saling nasehat menasehati, ingat mengingati dalam kebaikan sangat dianjurkan dalam agama.
Penyampaiannya saja, jangan berkesan kalo 'penglihatan' itu milik kita. Caranya, teserah. Berlakulah seperti orang yang tidak tahu karena hanya Allah saja Yang Maha Tahu.
Ikhlaskan saja, atau 'sembunyikan' . Kenapa begitu, karena keikhlasan membuat setan tak kan dapat masuk. Dengan 'menyembunyikan' niscaya kita akan dapat ganti dari Allah dengan pengetahuan yang lebih baik. Sebab maut ataupun musibah dan bencana urusan Allah. Doa-kan saja orang-orang itu agar dipilihkan jalan terbaik. Sebaiknya, memang kita tak usah turut campur, walaupun terkadang, ada beberapa orang yang memang terhubung dengan kita menurut garis nasib dan takdirnya.
Perlu diketahui bahwa seseorang itu bila mendapat musibah adalah bisa karena disebabkan atas dosanya sendiri (kpd Allah, makhluk, atau dirinya sendiri). Jadi, ketika datang rencana Allah, maka percayalah, Allah tak akan membuat hambanya merugi.
Terkadang, ada sebagian hak orang untuk tahu, tapi sebagiannya lagi tidak. Maka berlakulah bejaksana. Karena pengetahuan itu bisa menjadi berkah atau musibah bagi kita sendiri.