Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 85% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera.
By dwinandio
#7019
Imam Syafii berkata: "meskipun aku meyakini bahwa pendapatkulah yang benar, tapi sesungguhnya, boleh jadi pendapat yang aku yakini itu mengandung potensi yang boleh jadi salah. Sebaliknya, meskipun pendapat orang lain itu salah, tapi boleh jadi yang aku anggap salah itu termuat potensi kebenaran.

Jadi, terbukalah selalu, .....potensi kebenaran itu terkadang ada di sudut-sudut sempit tempat yang tadinya kita anggap tiada kemungkinan ada kebenaran di situ.
By sunade33
#8525
Pendapat yang tidak berdasarkan fakta atau bukti yang valid masih diragukan kebenarannya jadi tidak boleh terlalu yakin dengan pendapat sendiri
By mrrmn
#9543
sebelumnya kite harus tau siapa Imam Syafi'i (semoga beliau senantiasa dalam rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'alaa), dan tentang pendapat beliau RA.
yang pertama beliau RA adalah orang yang berilmu sangat tinggi dan sangat berhati-haati dalam mengeluarkan pendapatnya. jelas pendapatnya keluar bersumber dari tingginya ilmu beliau RA, dan hal itu tidak bisa disamakan dengan orang awam (masih dalam proses belajar). dan perlu digaris bawahi ilmu itu adalah sesuatu yang sudah pasti kebenarannya, sedang apa yang belum pasti kebenarannya belum bisa dikatakan ilmu

yang kedua dalam kondisi seperti apa beliau RA berpendapat seperti ini, bila dalam diskusi dan terjadi selisih pendapat. boleh jadi perkataan ini agar orang yang berselisih pendapat tidak mendapatkan malu yang berlebih

yang ketiga bisa jadi perkataan ini perkataan maknawi, maksudnya agar kita tidak sombong dan selalu rendah diri.


makanya dalam memahami agama tidak boleh hanya dengan baca lalu kita kutip dan terapkan, perlu adanya guru agar tidak salah dalam menafsirkan alquran, as-sunnah, dan pendapat ulama
User avatar
By 3rdeyeblind
#9551
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" albaqarah 216

bro mrrmn, skrg gw ngutip ayat ini maaf sebelumnya gw jg pengen belajar dan trus blajar. istilah perang skrg mungkin jgn diartikan secara tumpah darah (bisa jd perang mulut) dan imam safii yg gw benar2 hormatin mampu mendalami pengertian ayat tersebut. ia mampu melintasi jaman dengan berpegang pd alquran dan sunah sebagai pdoman of life. klau tidak ada diskusi, atau debat sehat ga akan bisa mendapatkan perspektif yg sebelumnya tidak terbayangkan. gw yakin itu maksd beliau.

bro mrrmn, gw stuju dengan asal kutipmengutip itu sangat bahaya, memang bukan hanya dibaca saja tp perlu perenungan lebi dalam dan diselaraskan dengan pengalaman diri sendiri, lingkungan, jaman dan tiap orang pastinya berbeda subjektif pengalamanny. pesan yg imam safii kemukakan benar-benar petuah yg dia sudah mengalaminya sendiri.
buat gw atau mungkin teman2 yg lain pernah rasakan.. penggalan ayat dan sunah bisa dijadikan sugesti diri sendiri namun dgn nurani yg jujur pula. apakah sudah diselaraskan dgn keseluruhan pesan quran? untuk pdoman kehidupan yg sbenarnya. salam kenal bro.

"ga ada yg benar dan salah, yg ada hanya
baik atau buruk"
By luzten
#10404
Al-Qur'an says : "Bisa jadi apa yang kamu anggap buruk padahal itu baik bagimu, dan apa yang kamu anggap baik bisa jadi hal buruk bagimu.Sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kamu tidak ketahui...." Lagi, lupa referensi surat apa dan ayat berapa... :D

Intinya, jangan pernah suuzon (berprasangka buruk) baik terhadap sesama, diri sendiri, makhluk hidup lain selain manusia, dan Allah SWT. Peliharalah sifat khusnuzon (berprasangka baik)...

Eh kayaknya sama ama 3rdeyeblind.. :dft010:
By Explore
#10595
3rdeyeblind wrote: "ga ada yg benar dan salah, yg ada hanya
baik atau buruk"
Jika "ga ada yg benar dan salah" Pak guru jadi bingung harus menilai dengan cara apa. Padahal semua itu harus dibuktikan kebenarannya.

"yg ada adalah murid yg ngeyel dan dan murid yg mau menerima kenyataan"

Seorang Remaja Mengatakan Al-Qur'an Salah | Dr. Zakir Naik https://m.youtube.com/watch?v=DPhtTUm3XS0 semoga dapat hidayah
User avatar
By 3rdeyeblind
#10596
tergantung siy bro.. klo guru kalkulus udah kewajibanmya mecahin kasus logic, beda lagi dgn guru fineart yg punya multiperspective dan punya kewajiban nentuin sketch yg baik.

ane balik lagi ke imam safi di ts utama. ketika beliau berbicara "boleh jadi pendapatku yg ku anggap benar, tp bisa jadi salah menurut orang lain" ini udah pasti kasus sosial yg pastinya multidimensi. jadi permasalahan atau cara membaca permasalahan yg baik itu sekali lagi ada di konteks dan konteksnya selalu. ini jg yg sering jd debat orang eksak dan seni, yg eksak pasti punya jiwa seni dan oranh seni jg punya logic. diskusi mreka ga akan nemuin akhir klo tanpa acuan konteks.
By anjaniey
#10608
Kalo kebaikan yg hak dan keburukan yg hak ya sifatnya mutlak dan harus diakui krn itu adalah kebenaran yg hak mutlak miliknya Allah semata. Tp kalo yg sifatnya ngga mutlak barulah bisa kita bilang "tergantung". Kayak misalkan tergantung perspektif yg dipengaruhi budaya, pendidikan dsb. Semacam gw selalu bilang ke diri gw sendiri, ngga ada objektifitas mutlak.. objektifitas selalu dipengaruhi sama subjektifitas... jd kalo gw anjani, yg gw punya adalah anjanifitas ahahah... mungkin itu yg dimaksud sama Imam Syafi'ie dalam kata2nya. Wallahualam.