Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbanyak di dunia, dengan 85% dari jumlah penduduk adalah penganut ajaran Islam. Mayoritas Muslim dapat dijumpai di wilayah barat Indonesia seperti di Jawa dan Sumatera.
#7194
Banyaknya tulisan tulisan yang menyatakan bahwa kota jakarta akan karam, tentu membuat kita tertarik akan kebenaran perihal tersebut. Melalui penelusuran agama, kita mencoba apakah benar ada ramalan agama yang menyatakan kalau jakarta akan karam.

Dan tentu saja tulisan ini tidak menjadi pertimbangan untuk membenarkan ataupun menyalahkan, melainkan hanyalah suatu gambaran penelusuran suatu kemungkinan yang bisa jadi benar atau bisa jadi salah.

Dalam agama islam ada sebuah ramalan yang menyatakan bahwa ada suatu desa yang akan tenggelam, mungkinkah desa yang dimaksudkan adalah jakarta, kita telusuri ya :

Amirul Mukminin Imam Ali as yang mengatakan:
“Apabila terjadi bentrokan dua pasukan di Suriah, maka itu tidak akan berakhir kecuali dengan sebuah tanda dari Allah.

Beliau as ditanya: Apa yang dimaksud dengan itu ya Amirul Mukminin?

Imam Ali: Goncangan di Suriah yang akan memakan korban lebih dari 100.000 orang. Allah akan menjadikan itu rahmat bagi orang-orang beriman dan azab bagi orang-orang kafir. Apabila itu terjadi, kalian akan melihat para penunggang kuda-kuda kelabu dengan bendera-bendera kuning yang datang dari arah barat hingga mereka berhenti di Suriah. Disana akan terjadi teror hebat dan pembunuhan-pembunuhan. Kemudian kalian akan melihat tenggelamnya salah satu desa di Damaskus yang bernama Harasta [sebuah desa dekat Damaskus di jalan menuju kota Homs]. Lalu putera si pemakan hati akan muncul dari sebuah lembah yang gersang untuk menduduki minbar Damaskus [baca: untuk merebut kekuasaan]. Setelah itu kalian nantikanlah kemunculan al-Mahdi.

Riwayat ini terdapat dalam kitab-kitab:
-Kitabul Ghaibah al-Nu’mani, halaman 317;
-AlGhaibah al-Thusi, halaman 461;
-Al-Kharaij wal Jaraih, jilid 3 halaman 1151

Dari sumber islam diatas, menyatakan bahwa yang tenggelam adalah harasta bukan jakarta, dan itu terjadi disuriah bukan diindonesia.

Mungkinkah maksud pernyataan pembesar islam diatas ternyata ditujukan untuk kota jakarta yang ada diindonesia, dan bukan untuk kota disuriah seperti yang diyakini sekama ini?

Untuk menjawabnya, kita coba membuka kitab injil mengenai suriah :

Didalam injil ada yang mengkisahkan mengenai suriah (didalam injil disebut bangsa asyur) yaitu :

Asyur (suriah) artinya ‘tempat yg makmur’.
Setelah ditaklukkan oleh Nimrod, suku bangsa Asyur tdk melanjutkan iman Sem, melainkan berubah menjadi bangsa yg gemar berperang spt keturunan2 Ham, dan menindas bangsa pilihan, Israel (Kej 10:11), ‘ia’ disini = Nimrod, cucu Ham (Kej 10:6-8), dan menunjukkan bhw Nimrod telah menaklukkan negara Asyur dr suku Sem. Nimrod ‘pemberontak’) berpaling dr iman kpd Allah yg telah diwariskan dr Nuh dan membangun Menara Babel, berdiri di pihak setan dan melawan pekerjaan Allah.

Dari kesimpulan injil diatas menunjukkan bahwa bangsa asyur (suriah) merupakan bangsa keturunan sem yang telah ditaklukkan nimrod, dan tentu kita ketahui bersama bahwa nimrod terkenal sebagai orang yang membangun menara babel. Jadi dimana letak menara babel maka tentu menjadi rujukan kita mengenai lokasi bangsa asyur (suriah) yang dimaksudkan injil selama ini, dan mungkin juga menjadi lokasi tanah harasta yang akan tenggelam disuriah seperti yang dimaksudkan imam ali pembesar islam.

Dimanakah letak menara babel? Disuriah kah atau diindonesia?
Masih belum ketemu ya…

Selanjutnya mengenai harasta :
Pembesar islam menyatakan bahwa harasta yang dimaksudkan adalah suatu kota disuriah. Dan tentu banyak yang meyakini harasta yang dimaksud adalah kota harasta yang ada disuriah saat ini.

Lalu jika ternyata menara babel ada diindonesia, maka kira kira dimanakah letak kota harasta yang dimaksud imam ali?

Jika dari kata harasta maka bisa jadi kata yang dimaksudkan adalah kharaj. Jika memang benar kata yang dimaksudkan imam ali adalah kharaj, lalu dimanakah kota kharaj itu?

Kharaj sendiri mulanya semacam ganimah (tapi berupa tanah tempat tinggal) yang diperoleh orang Islam sesudah melalui peperangan. Kharaj diperkenalkan pertama kali setelah perang Khaibar, ketika Rasulullah Saw membolehkan orang-orang Yahudi Khaibar kembali ke tanah milik mereka dengan syarat mau membayar separuh dari hasil panennya kepada pemerintah Islam, sehingga disebut kharaj. Hal ini juga berlaku pada masa Khulafaur Rasyidin yaitu pada masa Umar menjadi Khalifah daerah di wilayah Irak ditaklukan oleh pasukan Islam. Umar berpendapat atas dasar kemaslahatan bersama untuk tidak membagi tanah itu kepada pasukan, tetapi berada di tangan pemiliknya semula dengan ketentuan pemilik semula harus membayar bagian tertentu setiap tahunnya. Hasil dari apa yang diserahkan nantinya akan digunakan untuk kepentingan umum, termasuk kepentingan pasukan yang ikut perang. Inilah asal muasal adanya kharaj.

Dari penjelasan kharaj diatas, maka bisa jadi kota harasta yang telah diramalkan islam akan tenggelam adalah jakarta, karena jakarta itu adalah lambang ibukota dimana setelah indonesia merdeka, maka pemerintah indonesia tetap membayar upeti kepada belanda sebagai hutang yang tentu saja sama maknanya dengan kata kharaj.

Kesimpulannya :
Jika menara babel ternyata berada diindonesia, dan kata “harasta” yang dimaksudkan pembesar islam adalah “kharaj”, maka besar kemungkinan bahwa kota yang akan karam sesuai dengan yang dikatakan oleh imam ali diatas, adalah Kota Jakarta

Terima kasih
#10439
Mari dikaji dari serat babad tanah jawa.
Ketika Syekh Subakir membedah jawadwipa. Meletakkan tumbal berupa Rajah Kalachakra di pusat jawadwipa, gunung Tidar, Jawa Tengah. Terjadi huru-hara selama 21 hari. Dedemit, periperayangan, jin brekasaan, peri, ilu-ilu, banaspati dan segala macam setan hanyut dalam banjir besar, dihujani hujan api, tersambar petir, tertimbun tanah longsor dan lain sebagainya.
Sesepuh tanah jawa bertanya kepada Sang Syekh, "He Sang Rsi sakti mandraguna! Kenapa kamu membuat kekacauan di jawadwipa? Tanah yang saya jaga selama 10.000 tahun bertempat di gunung tidar ini."
Sang syekh menjawab,"Siapa kamu ini? Aku belum pernah tahu manusia yang hidup hingga 10.000 tahun.
Dahnyang itu menimpali,"Aku lah yang di sebut Semar. Shang Hyang Ismaya ya aku."
Syekh memberitahu'"hai ketahuilah. Bahwa nanti pulau jawadwipa ini kelak akan tenggelam sama rata dengan lautan. Itu sudah menjadi kehendak Tuhan. Tidak bisa kamu rubah.

Nah begitu nukilan kisah babad tanah jawa yang mengisahkan pembabadan tanah jawa agar bisa didiami manusia hingga kelak pulau jawa termasuk Jakarta akan tenggelam dalam samudera. Wallahu a'lam.